Kamis, 08 April 2010

Konsep Keperilakuan dari Psiologi dan Psikologi Sosial – Part 1

1. SIKAP
Sikap adalah suatu hal yang mempelajari mengenai seluruh tendensi tindakan, baik yang menguntungkan maupun yang kurang menguntungkan, tujuan manusia, objek, gagasan, atau situasi. Istilah objek dalam sikap digunakan untuk memasukkan semua objek yang mengarah pada reaksi seseorang.
Komponen Sikap
Sikap disusun oleh komponen teori, emosional, dan perilaku. Komponen teori terdiri atas gagasan, persepsi, dan kepercayaan seseorang mengenai penolakan sikap. Komponen emosional atau afektif mengacu pada perasaan seseorang yang mengarah pada objek sikap. Komponen perilaku mengacu pada bagaimana satu kekuatan bereaksi terhadap objek/sikap. Ketiga komponen sikap:
Pengertian (cognition),
pengaruh (affect), dan
perilaku (behavior).
Susunan sikap yang dipandang berdasarkan ketiga komponen tersebut membantu untuk memahami kerumitan sikap dan hubungan potensial antara sikap dan perilaku.
Fungsi Sikap
Sikap memiliki empat fungsi utama: pemahaman,kebutuhan akan kepuasan, defensif ego, dan ungkapan nilai. Pemahaman atau pengetahuan berfungsi untuk membantu seseorang dalam memberikan maksud atau memahami situasi atau peristiwa baru. Sikap juga melayani suatu hal yang bermanfaat atau fungsi kebutuhan yang memuaskan. Sikap juga melayani fungsi defensif ego dengan melakukan pengembangan guna melindungi manusia dari pengetahuan yang berlandaskan kebenaran mengenai dasar manusia itu sendiri atau dunianya. Sikap juga melayani fungsi nilai ekspresi.
Sikap dan Konsistensi
Orang-orang mengusahakan konsistensi antara sikap-sikapnya serta antara sikap dan perilakunya. Ini berarti bahwa individu-individu berusaha untuk menghubungkan sikap-sikap mereka yang terpisah dan menyelaraskan sikap dengan perilaku mereka sehingga mereka kelihatan rasional dan konsisten.


Formasi Sikap dan Perubahan
Formasi sikap mengacu pada pengembangan suatu sikap yang mengarah pada suatu objek yang tidak ada sebelumnya. Perubahan sikap mengacu pada substitusi sikap baru untuk seseorang yang telah ditangani sebelumnya. Sikap dibentuk berdasarkan karakter faktor psikologis, pribadi dan sosial. Hal pokok yang paling fundamental mengenai cara sikap dibentuk sepenuhnya berhubungan langsung dengan pengalaman pribadi terhadap suatu objek, yaitu pengalaman yang menyenangka maupun tidak, traumatis, frekuensi kejadian, dan pengembangan sikap tertentu yang mengarah pada gambaran hidup baru.
NILAI
Nilai secara mendasar dinyatakan sebagai suatu modus perilaku atau keadaan akhir dari eksistensi yang khas dan lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan dengan suatu modus perilaku atau keadaan akhir yang berlawanaan.
Arti Penting Nilai
Dalam mempelajari perilaku dalam organisasi, nilai dinyatakan penting karena nilai meletakkan dasar untuk memahami sikap serta motivasi dan karena nilai memengaruhi sikap manusia.seseorang memasuki organisasi dengan gagasan yang dikonsepkan sebelumnya mengenai apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya.
Nilai dan Dilema Etika
Permasalahan profesi akuntansi sekarang ini banyak dipengaruhi masalah kemerosotan standar etika dan krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para akuntan untuk lebih berbenah diri, memperkuat kedisiplinan mengatur dirinya dengan benar, serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan para klien atau masyarakat luas. Misal: skandal Enron yang melibatkan Arthur Anderson, serta skndal Worldcom, Merck, dan Xerox, profesi akuntan menjadi gempar.
Ihksan menambahkan cara yang lebih baik dan ideal dalan mengatasi dilema ini adalah dengan mempertimbangkan kecukupan dari kesempatan yang ada selanjutnya memberikan reaksi terhadap apa yng menjadi kekawatiran di dalamnya.
RISET EMPIRIS SIKAP
Teori Perubahan Sikap
Teori perubahan sikap dapat membantu untuk memprediksikan pendekatan yang paling efektif. Sikap, mungkin dapat berubah sebagai hasil pendekatan dan keadaan.

Teori Pertimbangan Sosial
Teori pertimbangan sosial ini merupakan suatu hasil perubahan mengenai bagaimana orang-orang merasa menjadi suatu objek dan bukannya hasil perubahan dalam memercayai suatu objek. Teori ini menjelaskan bahwa manusia dapat menciptakan perubahan dalam sikap individu jika mau memahami struktur yang menyangkut sikap orang laindan membuat pendekatan setidaknya untuk dapat mengubah ancaman.
Konsistensi dan Teori Perselisihan
Teori konsistensi menjaga hubungan antara sikap dan perilaku dalam ketidakstabilan, walaupun tidak ada tekanan teori dalam sistem. Teori perselisihan adalah suatu variasi dari teori konsistensi.
Teori Disonansi Kognitif
Leon Festinger pada tahun 1950-an mengemukakan teori Disonansi Kognitif. Teori ini menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku. Disonansi dalam hal ini berarti adanya suatu inkonsistensi. Festinger mengatakan bahwa hasrat untuk mengurangi disonansi akan ditentukan oleh pentingnya unsur-unsur yang menciptakan disonansi itu, derajat pengaruh yang diyakini dimiliki oleh individu terhadap unsur-unsur itu, dan ganjaran yang mungkin terlibat dalam disonansi. Teori ini dapat membantu kecenderungan untuk mengambil bagian dalam perubahan sikap dan perilaku.

2. Motivasi

Teori motivasi

Teori ini memiliki pengaruh terhadap kedua jenis perilaku. Asumsi terpenting dari bentuk teori Harzberg adalah faktor yang mempnyai pengaruh positif dalam motivasi dan menjadi bahan perbedaan yang menyenangkan dari seluruh pengaruh negatif.

Faktor-faktor ini meliputi:
kebijakan perusahaan
kondisi pekerjaan
hbungan perseorangan
keamanan kerja dan gaji.

Faktor motivasi meliputi:
prestasi
pengakuan
tantangan pekerjan
promosi
tanggung jawab
Semua ini bertujuan untuk menungkatkan kepuasan kerja dan kepuasan motivasi.
Selain itu, Haezberg juga menjelaskan bahwa hasil riset yang dilakukannya terhadap 200 responden yang terdiri atas akuntan dan insinyur menunjukkan bahwa terdapat dua hal yang terkait dengan kepuasan dan motivasi, ke dua faktor tersebut yaitu :

1. sejumlah kondisi kerja ekstrinsik, kondisi ini disebut dengan faktor ketidak puasan atau faktor higiene karena kondisi atau faktor-faktor tersebut minimal dibutuhkan untuk menjaga agar ketidak puasan tidak terjadi
2. sejumlah kondisi kerja instrinsik

TEORI KEBUTUHAN DAN KEPUASAN

Teori ini menjelaskan bahwa masing-masing individu mempunyai beraneka ragam kebutuhan yang dapat mempengaruhi perilaku mereka Teori kebutuhan ini pada praktisnya merupakan bagian-bagian dari teori kebutuhan psikologis yang akan didominasi oleh kebutuhan-kebutuhan lain jika tidak dijumpai. Secara psikologis, kebutuhan merupakan syarat dasar untuk memenuhi kebutuhan fisik, seperti makan, minum, perlindungan, dan sebagainya, yang disebut dengan kebutuhan dsar utama (primary basic need).

Terdapat 5 hierarki kebutuhan manusia yang telah dijabarkan oleh maslow yaitu:
1. Kebutuhan fisiologis
2. kebutuhan akan keamanan
3. kebutuhan social
4. kebutuhan akan penghargaan
5. kebutuhan akan aktualisasi diri

TEORI HARAPAN

Teori harapan disebut juga teori valensi atau teori instrumentalis. Ide asra dari teori ini adalah bahwa motivasi ditentukan oleh hasil yang diharapkan akan dieroleh seseorang sebagai akibat dari tindakannya. Variabel-variabel kunci dalam teori harapan adalah :

Usaha (effort)
Hasil (income)
Harapan (expectancy)

Instrumen-instrumen yang berkaitan dengan hubungan antara hasil tingkat kedua, hubungan antara hasil tingkat pertama dan hasil tingkat kedua, hubungan antara prestasi dan imbalan atas pencapaian prestasi, serta valensi yang berkaitan dengan kadar kekuatan dan keinginan seseorang terhadap hasil tertentu.





Teori prestasi

Teori ini dugunakan untuk menjawab permasalahan yang berhubungan dengan teori kebutuhan dan kepuasan yang memiliki suatu faktor hierarki yang memotivasi perilaku. Yaitu terdapat 3 faktor :

1. prestasi
2. kekuatan
3. afiliasi
yang didalamnya terdapat banyak kekakuan.

Menurut riset yang dilakukan oleh Mclellend memberikan hasil bahwa terdapat tiga karakteristik dari orang yang memilki kebutuhan prestasi yang tinggi dan dalam riset tersebut Mclellend menemikan bahwa uang tidak begitu penting peanannya dalam meningkatkan prestasi kerja bagi mereka yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi. Orang yang memilki kebutuhan orestasi yang rendah tidak akan berprestasi baik dengan maupun tanpa insentif keuangan.

Teori keadilan

Dalam teori keadilan, kunci ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang individu adalh jika orang tersebut membadingkannya dengan lingkungan lainnya. Teori keadilan secara umum merupakan bentuk dasar dari konsep hubungan pertukaran sosial.

Ketidak adilan dibagi menjadi dua bentuk dan keduanya diakibatkan dari peran motivasi yang merugikan satu sma lain. Teori ini menggambarkan kenyataan bahwa pembayaran-pembayaran relatif tidak mutlak menjadi perhitungan yang mempunyai pengaruh kuat.

Teori ERG

Teori ERG (existence, relatedness, growth) menganggap bahwa kebutuhan manusia memiliki 3 hierarki kebutuhan yaitu :

1. kebutuhan akan eksistensi
2. kebutuhan akan keterikatan
3. kebutuhan akan pertumbuhan

teori ERG mengandung suatu dimensi frustasi-regresi. Frustasi (halangan)dapat mendorong ke suatu kemunduran yang lebih rendah.

Teori ERG lebih konsisten dengan pengetahuan kita mengenai perbedaan individual di antara orang-orang. Secara keseluruhan teori ERG menyatakan suatu versi yang lebih valid dibandingkan dengan hierarki kebutuhan.
Teori Motivasi dan Aplikasinya
Terdapat keyakinan bahwa perilaku manusia ditimbulkan oleh adanya motivasi. Dengan demikian, ada sesuatu yang mendorong (memotivasi) seseorang untuk berbuat sesuatu.
Teori Motivasi Awal
Tiga teori spesifik dirumuskan selama kurun waktu tahu 1950-an. Ketiga teori ini adalah teori hierarki kebutuhan,teori X dan Y, dan teori motivasi higiene. Teori-teori ini bersifat awal karena: 1) teori-teori ini mewakili suatu dasar dari mana teori-teori kontemporer berkembang, dan 2) para manajer mempraktikkan penggunaan teori dan istilah-istilah ini untuk menjelaskan motivasi karyawan secara teratur.

RISET EMPIRIS DAN MOTIVASI

Konstruk kepuasan kerja yang digunakan mengacu pada teori motivasi dari maslow yang dikembangkan ke dalam kepuasan kerja oleh porter berdasarkan kategori sekuriti, self actualization, social, autonomy dan esteem, serta tambahan kategori non specific need yaitu compensation.

Ivancevinch dan atrawser menambahkan riset tersebut dengan membandingkannya pada akuntan lain. Mereka mengoperasikan akuntan publik dengan akuntan pada posisi manajer dari berbagai industri dan subjek yang diteliti.

Metode

Subjek merupakan akuntan publik dengan pembagian hierarki level puncak dan menengah pada KAP besar. Pada studi pertama, data sepenuhnya berasal dari akuntan publik yang berada di KAP pada studi kedua, data akuntan manajer untuk studi kedua diambil dari hasil studi porter (1962).

Studi Mitchell dan Moudgill

Sama halnya dengan studi strawser dan koleganya yang melakukan identifikasi terhadap hierarki kebutuhan tetapi mereka melengkapinya dengan studi asisiasi. Instrumen pengukuran tersusun atas24 item sebagai hasil pengembangan dan diskusi panel 3 kelompok ahli dengan anggota masing-masing 3 orang per kelompok.

Studi harrel dan stahl

Harrel dan stahl memandang bahwa meskipun literatur menyarankan perlunya mempertimbnagkan oientasi terhadap lingkungan kerja, tidak ada riset yang secara tegas mengkaji hubungan antar need for affiliation dan need for power dengan kepuasan kerja.
Dalam perkembangan hipotesisnya, harrel dan stahl menggunakan faktor ”kemampuan individu dalam mengatasi lingkungan” sebagai proksi bagi needs for power.

Hipotesis

Harrel dan stahl memandang bahwa individu yang menunjukkan kemampuan untuk megatasi lingkungan organisasi cenderung untuk tetap berada lebih lama dalam organisasi. Individu tersebut sangat mungkin untuk mengalami kepuasan kerja yang tinggi. Karenanya, power needs akuntan profesional memiliki hubungan positif dengan tingkat kepuasan kerja.

Dalam kaitannya dengan kepuasan kerja, 2 hipotesis yamg diajukan :

H1: need for affiliaction partner atau manajer berhubungan negatif dengan kepuasan kerja
H2: need for power partner atau manajer berhubungan positif dengan kepuasan kerja.

KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN PROFESIONAL

1. KOMITMEN ORGANISASIONAL
1.2 DEFINISI
adalah konsep komitmen organisasional didasarkan pada premis bahwa individual membuat suatu keterikatan terhadap organisasi. Secara historis, komitmen oranisasional merupakan perspektif yang bersifat keperilakuan dimana komitmen diartikan sebagai perilaku yang konsisten dengan aktifitas. Aliran atudinal yang berorientasi efektif dan berakhir dari pemikiran kanter yang menyatakan bahwa komitmen merupakan suatu kemauan dari actor social untuk memberikan enerji dan loyalitas kepada organisasi, serta sebagai keterikatan efektif individual terhadap kelompok, komitmen dipandang bukan merupakan prilaku tetapi merupakan suatu sikap.
Ada tiga factor spikologis, diantaranya adalah:
a. Keinginan yang kuat untuk menjadi anggota organisasi tertentu.
b. Keinginan untuk berusaha sekuat tenaga demi organisasi
c. Kepercayaan yang pasti dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan organisasi.
Ketiga perspektif tersebut memandang bahwa komitmen organisasional bersifat unidimensi. Dalam perkembangannya, perspektif utitudinal memandang bahwa komitmen organisasional bersifat multimensi dan tersusun atas:
• Affective commitment
• Continuance commitment
• Normative commitment

1.2 INSTRUMEN PENGUKURAN
Instrumen pengukuran komitmen organisasi sengat beragam, mulai dari perspektif keperilakuan, atitudinal, sampaiberbagi ngukuran menurut pwrspektif multidimensi. Bagian ini hanya menguraikan beberapa instrument popular yang sering digunakan dalam pengukuran komsep komitmen organisasi.
Ada beberapa perspektif didalam instrument pengukuran, antara lain:
o Perspektif keperilakuan
o Perspektif atitudinal
o Perspektif multidimensi

2. KOMITMEN PROFESIONAL
2.1 DEFINISI
Komitmen professional didefinisikan sebagai kekuatan relative dari indentifikasi individual dengan, keterlibatan dalam, suatu profesi dan termasuk keyakinan dan penerimaan tujuan-tujuan dan nilai-nilai profesi, kmauan untuk berupaya sekuat tenaga demi organisasi, dan keinginan menjaga keanggotaan dari suatu profesi.

2.2 INSTRUMEN PENGUKURAN
Sebagai hasil apatasi dari instrument komitmen organisasional yang dikemukakan oleh porter dengan mengganti kata “organisasional” pada komutmen organisasi dengan kata “profesional”. Instrument ini merupakan instrument paling popular dan mungklin hanya satu-satunya instrument yang secara khusus mengukur komitmen professional.

3. RISET EMPIRIS KOMITMEN ORGANISASIONAL VS KOMITMEN PROFESIONAL
Pertanyaan awal dan mendasar pada instrument pengukuran kedua konsep ini adalah: apakah kedua jenis instrument tersebut mngukur konsep yang sama? Dengan kata lain apakah kedua jenis instrument tersebut sama atau berbeda? Pertanyaan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa:
1. Secara konspentual, hanya berbeda kata professional dan organisasional: dan
2. Instrument komitmen organisasional.
Beberapa hasil studi tersebut diuraikan sebagai berikut.

 Studi Aranya dan Koleganya
 Studi Brierley
 Studi Bline et al
 Studi Morrow dan Wirth

4. RISET EMPIRIS EKSISTENSI MULTIMENSI KOMITMEN ORGANISASIONAL
Dalam seting non-akuntansi, meyer dan koleganya mendemonstasikan keberadaan model dua dan tiga dimensi komitmen organisasio. Meskipun demikian, beberapa kritik muncul bahwa dimensi-simensi komitmen organisasional versi meyer dan koleganya mengandung duplikasi. Selai duplikasi pada normative commitmen keberadaannya dalam literature kurang mendapat dukungan, studi terhadap normative commitmen digolongkan kedalam studi tentang effective commitmen. Studi yang mengaju eksistensi dalam seting akuntansi cukup langka. Para peneliti akuntansi nampaknya secra priori menerima dang menggunakan konsep komitmen, baik unidimensi maupun multidimensi.

STUDI KETCHAND DAN STRAWSET
Secara tradisional, komitmen organisasional dipandang sebagai konsep yang unidimensi. Temuan temuan lanjutan menunjukkan bahwa komitmen organisasional sekurang-kurangnya terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi affective commitment dan dimensi continuance commitment. Studi lanjutan dari McGee dan ford (1987) menunjukkan bahwa continuance commitment tersusun atas dua fenomena berbeda, yaitu high sacrifice commitment dan low alternative commitment.

Temuan-temuan
• Validitas konfergen
• Validitas diskriminan
• Hubungan dengan konsep lain


STUDI SETIAWAN DAN GHOZILA
Setiawan dan ghozali mereplikasi studi ketchand dan strawser (1998)Namun melakukan modifikasi pada dimensi-dimensi komitmen organisasional. Kedua peneliti tersebut mengembangkan multidimensi komitmen organisasi meyer et al. (1993) yang membagi komitmen ke dalam dimensi-dimensi affective commitment, continuance commitment dan normative commitment.
Temuan-temuan
o Model dasar
Peneliti tidak menetapkan berapa jumlah factor yang diperlukan

o Model dua factor
analisis dua factor mengindikasikan bahwa item continuance tergolong pada seluruh item affective commitment secara eksklusif berada dalam satu kelompok

o Model tiga factor
Metode tiga factor juga menegaskan keberadaan model tiga dimensi. Ssebagian besar item mengelompok kedalam dimensi-dimensi affective commitment, continuance commitment, normative commitment.

o Korelasi antar dimensi
Terdapat korelasi positif antara affective commitment dan normative ommitmentnal

o Hubungan dengan turnover intention
Untuk menguji validitas dimensi – dimensi komitmen organisasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi apakah dimensi dimensi tersebut memiliki pengaruh terhadap turnover

5. RISET EMPIRIS KORELASI DAN KORELASIONAL
Bagian ini menempatkan komitmen organisasional atau professional sebagai konsep yang memiliki hubungan dengan konsep lainnya namun, kajian tetap menempatkan focus pada konsep komitmen. Dalam hal ini, para peneliti secara a priori menerima keberadaan konsep komitmen
5.1 Aranya ET AL
Mengkaji komitmen profesinal akuntan pada berbagai hirarki organisasi. Model yang diajukan Aranya yakni mengasumsikan bahwa komitmen profesional dipengarui olek komitmen organisasional, konflik profesional organisasional Dan kepuasan terhadap ganjaran atau kompensasi keuangan dan level organisasi sebagai moderator

5.2 Studi Dean ET AL
Riset Dean et al, ditunjukan untuk menginvestigasi pengaruh ORS terhadap sikap intensi dan perilaku akuntan profesioanal. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa jika organisasi dapat mengelola pengaruh ORS terhadap pegawai secara efektif, organisasi dapat meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan pegawai dan mendorong kinerja pegawai

5.3 Studi Ferris
Studi ferris beranjak dari inkonsistensi hasil hasil riset yang menempatkan konsep komitmen sebagai determinan kinerja pegawai. Pada satu sisi, hubungnan antara konsep itu pada dasrnya tergantung pada kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas. Pada sisi lain komitmen organisasional juga memiliki dua determinan penting yaitu karakteristik personal dan karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan.

5.4 Studi Stallworth
studi mengikuti ketchand dan strawser ( 1998 ) yang menginvestigasikan kegunaan konsep multidimensioal komitmen organisasional dalam lingkungan akuntan publik. Studi ini dirancang untuk memeberikan kontribusi terhadap literatur komitmen organisasional dengan memasukan anteseden dan konsekwensi pada masing masing dimensi komitmen.

Konsep Keperilakuan dari Psiologi dan Psikologi Sosial – Part II

PERSEPSI
Persepi adalah bagaimana orang-orang melihat atau menginterpretasikan peristiwa, objek, serta manusia. Orang-orang bertindak atas dasar persepsi mereka dengan mengabaikan apakah persepsi itu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Definisi persepsi yang formal adalah proses dengan mana seseorang memilih, berusaha, dan menginterpretasikan rangsangan ke dalam suatu gambaran yang terpadu dan penuh arti.
Para manajer dan akuntan perilaku harus mengembangkan persepsi yang akurat dari orang-orang dengan siapa mereka berhadapan. Perbedaannya adalah bahwa mereka merasa menjadi kunci kelompok dalam menghasilkan suatu keberhasilan atau kegagalan operasi.

Rangsangan Fisik vs Kecenderungan Individu
Orang-orang merasakan dunia ini dengan cara yang berbeda karena persepsi bergantung pada rangsangan fisik dan kecenderungan individu tersebut. Rangsangan fisik adalah input yang berhubungan dengan perasaan, seperti penglihatan dan sentuhan. Kecenderungan individu meliputi alasan, kebutuhan, sikap, pelajaran dari masa lalu, dan harapan.
Empat factor lain yang berhubungan dengan kecenderungan individu adalah keakraban, perasaan, arti penting, dan emosi. Akhirnya, status emosional seseorang dapat memengaruhi persepsi. Persepsi dapat berbeda tergantung pada apakah orang tersebut merasakan kenikmatan dan keselamatan setiap hari atau justru merasa bahwa hari-hari yang tidak baik, apakah orang tersebut merasa tertekan atau gembira, dan seterusnya.

Pilihan, Organisasi, dan Penafsiran Rangsangan
Persepsi sebagaimana tersebut di atas, adalah proses dalam pemilihan, pengorganisasian, dan penginterpretasian rangsangan. Manusia hanya mampu merasakan sesuatu yang kecil dan membagi semua rangsangann tersebut kearah yang diarahkan olehnya. Dengan demikian, manusia bisa merasa bimbang atau tidak bimbang dalam memilih apa yang di persepsikan.

Apa yang dipilih untuk merasakan sesuatu secara khas tergantung pada rangsangan yang dialami, harapan, dan alasan dari individu yang bersangkutan. Sifat dasar rangsangan meliputi hal-hal, seperti faktor atribut fisik dan desain, serta bertentangan dengan rangsangan lainnya.

Persepsi telah disimpangkan dengan cara menerima stereotip, memercayai informasi dari sumber yang diterima, bersandar pada kesan pertama, kemudian melompat ke kesimpulan. Persepsi dapat juga disimpangkan dari suatu kesalahan logis di mana kesan awal tentang seseorang dibentuk hanya berdasarkan pada pengetahuan atas satu karakteristik.

Keterkaitan Persepsi bagi Para Akuntan
Para akuntan perilaku dapat menerapkan pengetahuan persepsi terhadap banyak aktivitas organisasi. Misalnya saja, dalam evaluasi kinerja, cara penilaian atas seseorang mungkin dipengaruhi oleh ketelitian persepsi si penyelia. Kesalahan atau bias penilaian mungkin diakibatkan oleh sandiawara yang mencoba untuk menakut-nakuti, sehingga karyawan merasa tidak puas dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. Oleh karena itu, para penyelia perlu mengenali perasaan mereka terhadap para bawahan.

Risiko selalu ada dalam mengambil keputusan bisnis. Para manajer dalam membuat keputusan dipengaruhi oleh risiko yang mereka rasakan dan tingkat toleransi mereka terhadap risiko.

Kesalahan persepsi dapat juga mendorong kearah ketergantungan hubungan antar pribadi karyawan. Ketika interaksi dilihat sebagai sesuatu yang menegangkan, seorang penyelia perlu menentukan penyebab terjadinya peristiwa bisnis yang dipandang secara berbeda oleh orang-orang yang berbeda.

Pelajaran
Pola teladan berpikir dan bertindak bahwa orang-orang membawa dengan nya kepada lingkungan pekerjaan, persepsi, dan motivasi. Pelajaran adalah proses dengan mana perilaku baru diperoleh. Itu terjadi ketika hasil motivasi, pengalaman, dan pengulangan sebagai jawaban atas stimuli tertentu atau situasi.

Kombinasi motivasi ini pengalaman, dan pengulangan terjadi dua yang formal: pengaruh keadaan klasik dan operant pengaruh keadaan.

Pengaruh keadaan klasik
Pavlov mengamati bahwa anjing akan mengeluarkan air liur tidak hanya ketika makanan telah ditempatkan mulut mereka, tetapi juga ketika mereka mengamati makanan. Makanan adalah suatu stimulus tidak dikondisikan yang menyebabkan suatu perilaku refleks untuk terjadi. Perilaku tidak dikondisikan tidaklah terpelajar.

Operant Pengaruh Keadaan
Di dalam pengaruh keadaan klasik adalah suatu stimulus netral diikuti oleh suatu penghargaan, yang menghasilkan suatu tanggapan. Setelah pengulangan banyak orang, stimulus yang netral oleh diri akan mengakibatkan tanggapan yang sama.

Pelajaran prinsip telah diberlakukan bagi banyak orang sasaran hasil organisasi. Umpan balik dan penguatan positif, dalam wujud pengenalan, bonus, dan lain penghargaan, telah digunakan untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi perputaran dan ketidakhadiran, dan karyawan buatan lebih peka akan kebutuhan pelanggan hukuman, atau sanksi negative telah digunakan kea rah akhir serupa.

Tingkah laku accountans dan para manajer perlu menguji kebijakan perusahaan dan memeriksa prosedur untuk menentukan apakah penghargaan dan hukuman dengan baik digunakan untuk mendorong perilaku diinginkan.


Kepribadian
Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang bagian dalam yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap lingkungannya. Kepribadian cenderung untuk menjadi konsisten dan kronis. Suatu individu malu akan mungkin penguasaan orang akan mungkin tinggal penguasaan untuk periode waktu lama.

Konsep kepribadian dan pengetahuan tentang komponennya adalah penting sebab mereka memungkinkan kita untuk meramalkan perilaku. Aplikasi teori kepribadian yang utama didalam organisasi adalah didalam meramalkan perilaku. Kekuatan tes-tes kepribadian mungkin menentukan siapa yang akan bersifat paling efektif stressful pekerjaan.


Ringkasan
Didalam bab ini yang kita uji sebagian dari area yang utama didalam psikologi dan psikologi sosial dan membahas konsep utama yang mencakup sikap dan perubahan sikap, motivasi, persepsi, pelajaran, dan kepribadian. Kita kemudian menerapkan sistem teoritis ke akuntansi tingkah laku dan kepada pertimbangan tingkah laku didalam organisasi.

Kamis, 25 Maret 2010

TATA KELOLA YANG ETIS DALAM PERUSAHAAN

I. Pemerintahan muncul dan Akuntabilitas
Kerangka-Untuk Saham dan Stakeholders Lain-lain
Bahwa manajemen atau Pengelola Perusahaan didalam mengelola peusahaannya itu bukan untuk pemegang sahamnya tetapi stakeholders (pemegang kepentingan). Yang diinginkan oleh shareholders adalah:
• Laba setinggi mungkin
• Harga saham yang tinggi
• Pemerintahan untuk Broad stakeholder Akuntabilitas
Sekali direksi dari korporasi dan / atau eksekutif menyadari bahwa korporasi yang bertanggung jawab secara memerintah korporasi dengan kepentingan semua stakeholder penting diketahui. hukum kepada pemegang saham, dan para pemangku kepentingan strategis tambahan yang dapat secara signifikan mempengaruhi pencapaian tujuannya menjadi logis dan sesuai keinginan mereka.

Nilai-mengidentifikasi Organisasi Yayasan dari Perilaku
Kerangka kerja baru untuk akuntabilitas didasarkan pada menanggapi pemegang saham dan pemangku kepentingan lain 'bunga, dan kerangka kerja pemerintahan yang modern seharusnya langsung perusahaan personil untuk integrasi mereka ke dalam strategi, perencanaan dan pengambilan keputusan.

Mekanisme, kode etik dan aturan-aturan tentang etika
Kode etik adalah aturan-aturan etika harus melihat budaya di tempat kerja. Dalam mekanisme petunjuknya harus memahami ancaman-ancaman yang menghambat dalam pekerjaan seperti tidak memahami tugas-tugas yang terkait dengan kepercayaan dan gagal mengidentifikasi risiko kelola.

Adanya konflik kepentingan dalam stakeholders
Stakeholders seperti karyawan, pemasok, konsumen, pemerintah, aktivitas-aktivitas lingkungan dan masyarakat pada umumnya adalah pemegang saham .

 Konflik Interests
Konflik kepentingan telah menjadi subyek sangat penting dalam beberapa skandal di mana para karyawan, agen, dan para profesional gagal untuk melaksanakan keputusan yang tepat atas nama kepala sekolah mereka.
Untuk mengatasi masalah di atas masalah konflik kepentingan, tiga pendekatan umum harus dipertimbangkan yaitu:
1. Menghindari
2. Memperlihatkan kepada mereka stakeholder bergantung pada keputusan
3. Pengelolaan konflik kepentingan agar manfaat penghakiman yang dibuat lebih penting dari biaya.

Agency Theory, dan Kode Etik Sears
Direktur, eksekutif, dan profesional akuntan harus menghargai bahwa sistem insentif yang mereka gunakan untuk memotivasi karyawan dapat memberikan cocok atau tidak, tergantung pada cara di mana mereka dirancang. Dalam banyak hal, stok tersedia pilihan rencana untuk eksekutif di Enron, WorldCom, Limbah, dan sinar matahari kasus bertanggung jawab untuk memotivasi mereka terhadap kerugian dari semua pihak yang terlibat.
Para ahli forensik dan Bukti: The 20/60/20 Rute
Waktu Mei datang ketika direktur, eksekutif, atau profesional akuntan harus mempertimbangkan apakah konflik kepentingan telah menyebabkan pelanggaran serius tugas, yang bertindak curang, atau kerugian yang harus dikembalikan berdasarkan suatu polis asuransi. Namun, para ahli forensik menunjukkan bahwa mereka mampu menunjukkan bahwa masyarakat umum dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
a. 20% tidak akan pernah melakukan penipuan
b. 60% akan melakukan penipuan jika mendapatkan kesempatan yang tertangkap dianggap rendah
c. 20% akan berusaha untuk melakukan penipuan tanpa memperhatikan keadaan

II. Teori yang GONE: Mengidentifikasi berpotensi merusak
1. Kemungkinan pelaku dan situasi
Ahli forensik menyebutkan bahwa di sebagian besar dari kasus penipuan atau perilaku oportunistik, mereka dapat mulai mengidentifikasi calon pelaku palung menggunakan Teori GONE. The akronim, GONE, berarti keadaan itu motivasi untuk perilaku yang gelap, di mana:
G = Greed
O = Opportunity (sebagai direksi harus bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk perusahaan)
N = Need (kebutuhan dalam mengidentifikasi)
E = Ekspectation

2. Setelah tugas yang Person tergantung dari Peran
Sementara ini analisis konflik kepentingan telah difokuskan pada individu, perlu dicatat bahwa analisis yang serupa untuk kelompok individu dalam suatu perusahaan, organisasi, atau profesi tetapi baik sebagai individu atau kelompok individu, sering peran yang diambil, dan karena itu tugas dan expatiated dianggap oleh mereka bergantung pada tindakan yang akan diambil, yang menentukan sifat konflik kepentingan.

Elemen penting dari Corporate Governance dan Akuntabilitas
Mengembangkan, menerapkan, dan Kode Etik Mengelola Budaya
Direktur, pemilik, dan manajemen senior dalam proses mewujudkan bahwa mereka dan karyawan mereka perlu memahami bahwa:
”Organisasi mereka akan bijaksana mempertimbangkan kepentingan para pemangku kepentingan, bukan hanya pemegang saham. Sesuai nilai-nilai etika yang harus diperhatikan adalah ketika sedang membuat keputusan.”

Corporate Codes of Conduct
 Fokus tujuan dan Orientasi
Dasar kebanyakan perusahaan program etika adalah kode perusahaan atau usaha pernyataan. Prinsip-prinsip etika bisnis perusahaan stres pernyataan dua tujuan:
1. Meningkatkan kemampuan karyawan untuk membuat keputusan yang sesuai dengan kebijakan dan hukum
2. Memberikan ekspresi konkret ke perusahaan terhadap misi dan melihat tugas dan tanggung jawab perusahaan yang kewarganegaraan entails.

Kode Konten dan Cakupan
Banyak membaca apa saja yang tersedia yang memberikan topik yang dibahas dalam kode yang berbeda, seperti orang-orang dan Deck oleh Clarkson (1992); Putih dan Montgomery (1980); Mathews (1987); Berenbeim (1987), dan Brooks (1989). Contoh-contoh dari berbagai kode ini tersedia di situs perusahaan besar.


Pelaksanaan efektif J kode berfungsi dengan baik adalah penting sebagai berikut:
1. Pembangunan dan pemeliharaan suatu etika budaya perusahaan
2. Yang efektif sistem pengendalian internal
3. Sebuah "due diligence pertahanan" untuk direktur dan petugas
4. Efektif untuk pemberdayaan karyawan untuk membuat keputusan etis
5. Benar mengirimkan sinyal ke pihak eksternal.

Etika Kepemimpinan
Salah satu elemen kunci dari corporate governance dan akuntabilitas adalah "nada di atas" dan peran pemimpin dalam membangun, nurturing, pelaksanaan, pemantauan dan budaya perusahaan yang dikehendaki.

Kunci utama dalam membangun tatakelola dan akuntabilitas :
a. Dikembangkannya dan diterapkan budaya etika dalam perusahaan
b. Susunlah kode etik perusahaan
c. Kepemimpinan yang beretika
d. Perasaan kesadaran mempunyai kewajiban

Direktur Officer dan Kewajiban
Perusahaan etika pemerintahan dan akuntabilitas yang baik tidak lagi hanya bisnis-it's the law. The Sarbanes-Oxley Act (SOX) pada 2002 dipicu reformasi pemerintahan untuk SEC pendaftar perusahaan di seluruh dunia yang spawned serupa pemerintahan reformasi peraturan di berbagai jurisdiksi nasional. bagian dari 404 SOX mewajibkan perusahaan untuk memeriksa efektivitas sistem pengendalian internal mereka yang berkaitan dengan pelaporan keuangan. CEO dan CFO yang dapat mengakibatkan pidana maupun perdata biaya.

Akuntabilitas publik patokan
Salah satu perkembangan yang dewan direksi dan manajemen perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan nilai-nilai, kebijakan dan prinsip-prinsip yang di bawah ikat pinggang mereka korporasi korporasi budaya mereka dan tindakan mereka adalah karyawan baru menggelora di pihak perlu untuk keterbukaan dan transparansi dan akuntabilitas kepada publik. belum pernah ada yang memiliki minat dalam apa yang korporasi yang melakukan, dan bagaimana ia melakukannya

enrons

Reformasi Tata Kelola, Akuntansi, dan Audit
Kasus: Enron’s Questionable Transactions

Enron dan Arthur Andersen berikutnya dan WorldCom telah fiascoes pesolek gered sebuah "perubahan besar" harapan baru bagi pemerintahan dan akuntansi profesi di Amerika Serikat dan Kanada, dan sedang dalam proses memberi harapan di seluruh dunia. Fiascoes ini menciptakan semacam krisis serius kredibilitas dalam akuntansi perusahaan, pelaporan, dan proses tata kelola bahwa politisi Amerika menciptakan kerangka kerja baru akuntabilitas dan gover - nance dalam Sarbanes-Oxley Act untuk mengembalikan kepercayaan diri yang cukup untuk memungkinkan pasar modal untuk kembali ke fungsi normal. Pada intinya, fiascoes acceler - diciptakan dan kemudian Sarbanes-Oxley Act mengkristal harapan tinggi untuk perilaku etis oleh pengusaha dan anggota profesi akuntansi.

Memahami isu-isu, prinsip, dan praktek-praktek yang terlibat dalam expec-baru ini tations penting untuk antisipasi dan pertimbangan tentang apa yang akan sesuai pemerintahan dan perilaku masa depan bagi perusahaan dan profesional akuntan. Dihadapkan dengan menerapkan suatu aliran pedoman dan peraturan baru, termasuk banyak melahirkan oleh Sarbanes-Oxley Act, pebisnis dan profesional akuntan akan menemukan tugas mereka difasilitasi dengan memahami esensi mereka-yang etis di bawah pinnings-inisiatif baru.

Reformasi Tata Pemerintahan dan Akuntabilitas

Ikhtisar dan Timeline Acara dan Perkembangan Multiple besar dihasilkan guncangan krisis kepercayaan investor korporasi dan etika profesional yang mendukung pasar modal Amerika Utara dan nilai-nilai kepercayaan yang memungkinkan perdagangan modern. Presiden Bush dan para pemimpin di seluruh dunia memanggil-manggil jawaban dan solusi untuk memastikan kepatuhan dengan nilai wajar yang publik dapat dukungan dan kepentingan publik yang diminta. Pada akhirnya, perusahaan pemerintahan dan profesi akuntansi yang ditunjukkan perlu reformasi untuk memulihkan kepercayaan dan kredibilitas yang diperlukan untuk pasar keuangan untuk bekerja secara efektif.
Pada pertengahan Oktober 2001, kebanggaan raksasa Enron Disajikan kembali dimanipulasi pendapatan. Pada 2 Desember bangkrut, menghancurkan nilai-miliaran khususnya investasi pensiun-dalam proses. Di tengah kisah-kisah palsu besar dan curang off-pernyataan transaksi, menjadi jelas bahwa para eksekutif senior memperkaya diri mereka sendiri melampaui keyakinan sementara dewan direksi dan Arthur Andersen, auditor, rupanya tidak menyadari atau lebih buruk. Sering, Enron eksekutif mengklaim kenangan buruk, ketidaktahuan, atau Amandemen Kelima di depan Komite Senat dan Kongres. Pemerintah dan SEC tampak bingung untuk menangani situasi.

Bencana Enron

Dengan melihat ke belakang, kebanyakan pengamat setuju bahwa masalah-masalah Enron yang disebabkan oleh kegagalan dewan direksi untuk melakukan pengawasan yang memadai. Hal ini memungkinkan penyalahgunaan entitas tujuan khusus (spes), suatu bentuk kemitraan, untuk memanipulasi. Laporan keuangan, menyesatkan investor, dan self-menggaji para pelaku. Arthur Andersen, Enron kantor audit, telah dasarnya hancur, dan akuntansi profesi, serta tata kelola perusahaan, akan selamanya berubah. Semua ini tidak jelas sampai hampir akhir cerita. Sepanjang akhir 1990-an, saham Enron bangkit perlahan-lahan di New York Stock Exchange, dalam perdagangan berkisar dari $ 20 sampai $ 40. Dalam beberapa bulan setelah awal milenium baru seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.2, harga saham Enron melompat ke $ 70, didasarkan atas daya apung keseluruhan pasar saham secara umum, kebaikan - penilaian dapat diberikan perusahaan dengan analis, dan Enron laporan sendiri penghasilan dan prospek. Selama 2000, saham Enron diperdagangkan dalam kisaran $ 60 sampai $ 90, memuncak pada bulan Agustus di $ 90,56, dan menutup tahun mendekati $ 80. Pada tahun 2001, Namun, kecenderungan itu pracipitously ke bawah hingga Enron berbagi itu sebenarnya tidak berharga. Rumor Runtuhnya Enron telah beredar selama berbulan-bulan ketika, pada tanggal 2 Desember 2001, perusahaan mengajukan perlindungan dari kreditur di bawah Bab 11 dari Amerika Securities Act. Pada 2 April 2002, pembagian saham Enron nilainya hanya 24 sentpada over-the-counter pasar. Bagaimana dan mengapa ini terjadi? Siapa yang harus disalahkan? Apa akibatnya menjadi? Investor skandal, pensiunan kehilangan tabungan hidup mereka, masyarakat marah, dan kredibilitas pasar keuangan dan dunia usaha terguncang. Bagaimana mungkin orang yang diduga telah terjadi manipulasi keuangan di bawah mata pengawasan auditor Enron, Arthur Andersen, dan sebuah papan pita biru direksi? Tengah tuduhan bahwa Enron alumni telah menyusup ke pemerintah AS ment dan badan-badan, kemampuan dan tekad Securities and Exchange Commission (SEC) dan Departemen Kehakiman AS ditanyai. Pejabat dan politisi buru-buru mencari jawaban yang akan memulihkan kredibilitas dan kepercayaan yang telah hilang. Begitu besar kekhawatiran bahwa Presiden Bush sendiri berjanji bahwa yang bersalah akan dihukum agresif oleh instansi pemerintah. Bush menyerukan reformasi tata pemerintahan dan menawarkan 10 titik rencana tindakan legislatif. Setelah cukup penundaan dan protes, perusahaan audit Enron, Arthur Andersen LLP (AA), kelima perusahaan audit terbesar di Amerika Serikat dan salah satu yang terbesar di dunia, adalah dikenakan pada 7 Maret 2002, dengan terhalangnya keadilan untuk cabikan dgn diduga dokumen penting bagi pemerintah penyelidikan. Sebagai kondisi muatan, SEC pembatasan ditempatkan AA untuk melayani SEC-registered klien, sehingga membahayakan kemampuan AA untuk melanjutkan sebagai sebuah perusahaan.

Pada akhirnya hancur dan sedikit demi sedikit diambil alih oleh pesaing. Sebuah September - bagian arate disertakan kemudian yang berisi diskusi lengkap tentang kesulitan Arthur Andersen, dan bagaimana mungkin kurang dari 100 AA orang yang bertanggung jawab untuk bencana yang merusak dihormati sekali-perusahaan yang mempekerjakan 85.000 dunia lebar. Selain itu, kerangka peraturan diri bahwa profesi telah menikmati di Amerika Serikat semakin terkikis.

Sebagian besar kebutuhan untuk pernyataan kembali muncul karena kegagalan untuk memenuhi dua kondisi diperlukan untuk tujuan khusus entitas (spes) untuk menjadi mandiri dari Enron. Mereka adalah:
"(1) seorang pemilik perusahaan independen harus membuat investasi ekuitas substantif sekurang-kurangnya 3% dari aset SPE, dan bahwa 3% harus tetap di seluruh risiko transaksi; dan (2) pemilik independen harus melakukan kontrol terhadap SPE. "

Jika kondisi ini sudah merasa puas, menurut aturan akuntansi AS, Enron bisa telah mencatat keuntungan dan kerugian transaksi dengan SPE, dan aset dan liabil - ities dari SPE tidak akan dimasukkan dalam neraca Enron, meskipun Enron dan SPE sangat erat terkait.

Laporan Subkomite Senat

Subkomite Permanen Senat pada Laporan Investigasi dirilis pada Peranan Direksi dalam Keruntuhan Enron, pada 8 Juli 2002. Berdasarkan bukti-bukti sebelumnya, termasuk lebih dari satu juta halaman dipanggil dokumen, wawancara dari tiga belas anggota Dewan Enron, dan Subkomite pendengaran pada 7 Mei 2002, Subkomite Permanen Senat AS pada Investigations membuat temuan berikut sehubungan dengan peran Dewan Enron Direksi di Enron kolaps dan kebangkrutan.:

1. Kegagalan fidusia. The Enron Direksi Enron gagal untuk menjaga pemegang saham dan memberikan kontribusi kepada keruntuhan publik terbesar ketujuh perusahaan di Amerika Serikat, dengan memungkinkan Enron untuk terlibat dalam risiko tinggi akuntansi, konflik kepentingan tidak pantas transaksi, luas undis tertutup off-the-buku aktivitas, dan kompensasi eksekutif yang berlebihan. Itu Board menyaksikan berbagai indikasi praktik dipertanyakan oleh Enron manajemen selama beberapa tahun, tetapi memilih untuk mengabaikan mereka untuk merugikan Enron pemegang saham, karyawan dan rekan bisnis.

2. Risiko Tinggi Akuntansi. The Enron Direksi sadar diperbolehkan Enron untuk terlibat dalam praktek akuntansi berisiko tinggi.

3. Inappropriate Benturan Kepentingan. Meskipun jelas konflik kepentingan, yang Enron Dewan Direksi menyetujui kesepakatan belum pernah terjadi sebelumnya memungkinkan Enron Chief Financial Officer untuk membangun dan mengoperasikan LJM swasta ekuitas dana yang ditransaksikan bisnis dengan Enron dan keuntungan di Enron's biaya. Dilaksanakan Dewan pengawasan yang tidak memadai LJM transaksi dan kompensasi kontrol dan gagal melindungi pemegang saham Enron dari adil berurusan.

4. Ekstensif Undisclosed Off-the-Buku Kegiatan. The Enron Dewan Direks sadar Enron diizinkan untuk melakukan miliaran dolar di off-the-buku Kegiatan ity untuk membuat kondisi keuangan tampak lebih baik dari sebelumnya dan gagal memastikan pengungkapan publik yang memadai material off-the-buku kewajiban yang memberikan kontribusi terhadap runtuhnya Enron.

5. Kompensasi berlebihan. The Enron disetujui Direksi berlebihan kompensasi untuk eksekutif perusahaan, gagal untuk memantau kas kumulatif menguras disebabkan oleh Enron bonus tahunan 2000 dan rencana kinerja unit, dan gagal untuk memantau atau menghentikan pelecehan yang dilakukan oleh Dewan Ketua dan Pemerintahan, Akuntansi, dan Audit Reform, Post-Enron.

6. Kurangnya Kemerdekaan. Kemerdekaan Enron Direksi adalah dikompromikan dengan hubungan keuangan antara perusahaan dan Dewan tertentu members. Dewan juga gagal untuk menjamin kemerdekaan perusahaan auditor, memungkinkan Andersen untuk memberikan audit internal dan layanan konsultasi sementara Enron menjabat sebagai auditor di luar.
Temuan ini memimpin Subkomite Senat untuk membuat rekomendasi untuk memperkuat pengawasan direktur dan memperkuat independensi pendence direksi, komite audit, dan auditor publik perusahaan. Kegagalan Direksi untuk mengawasi atau Govern Enron memadai.

Bagaimana Enron Apakah Dewan Penyelenggara, dan Bagaimana Melakukannya Fungsi?

Pada tahun 2001, Enron dewan direksi memiliki 15 anggota, beberapa di antaranya telah 20 tahun atau lebih pengalaman di dewan Enron atau perusahaan pendahulunya. Banyak direksi Enron bertugas di papan perusahaan lain juga. Di \sidang, John Duncan, mantan ketua Komite Eksekutif, menggambarkan sesama anggota dewan juga berpendidikan, "berpengalaman, sukses pengusaha dan perempuan, "dan" ahli dalam bidang keuangan dan akuntansi. "

Wawancara subkomite menemukan direktur untuk memiliki kekayaan sophisti - bisnis dan investasi cated pengalaman dan keahlian di account - ing, derivatif, dan terstruktur keuangan. Enron anggota dewan dewan internal seragam menggambarkan hubungan sebagai harmo - nious. Mereka mengatakan bahwa suara dewan umumnya bulat dan bisa mengingat

Sebagai bagian dari strategi cahaya aset, selama musim panas tahun 2000, Enron bekerja padasebuah transaksi yang disebut "Proyek Musim Panas" untuk menjual $ 6 miliar dari aset internasional untuk satu pembeli diTimur Tengah. Direktur Enron mengindikasikan selama wawancara mereka bahwa kesepakatan ini jatuh melalui ketika pembeli pembuat keputusan kunci jatuh sakit. Enron kemudian mengejar penjualan aset dasar kecilkecilan, menggunakan hanya dua contoh selama bertahun-tahun yang melibatkan dissenting suara. Itu direksi juga menggambarkan hubungan kerja yang baik dengan manajemen Enron.

Dewan Enron diselenggarakan menjadi lima komite:
1. Komite Eksekutif bertemu pada dasar yang diperlukan untuk menangani urusan mendesak tikar Ters antara jadwal rapat Dewan. Para anggotanya pada tahun 2001 Mr Duncan, Ketua; Mr Lay, Mr Skilling, Mr Belfer, Dr LeMaistre dan Mr Winokur.

2. Komite Keuangan bertanggung jawab untuk menyetujui transaksi yang besar, dalam 2001, bertemu atau melebihi $ 75 juta nilai. Ini juga dibahas transaksi dihargai antara $ 25 juta dan $ 75 juta; mengawasi manajemen risiko Enron usaha; dan memberikan petunjuk mengenai keputusan-keputusan keuangan perusahaan dan kebijakan. Anggotanya dalam 2001 adalah Mr Winokur, Ketua; Mr Belfer, Mr Blake, Mr Chan, Mr Pereira dan Mr Savage.

3. Audit dan Komite Kepatuhan Enron meninjau akuntansi dan kepatuhan program, disetujui Enron laporan keuangan dan laporan, dan utama penghubung dengan Andersen. Para anggotanya pada tahun 2001 Dr Jaedicke, Ketua; Mr Chan, Dr Gramm, Dr Mendelsohn, Mr Pereira, dan Tuhan Wakeham. Dr Jaedicke dan Tuhan telah Wakeham pelatihan akuntansi formal dan pengalaman profesional. Dr. Mendelsohn adalah satu-satunya anggota Komite yang tampaknya terbatas akrab dengan prinsip akuntansi yang kompleks.
4. Komite yang dibentuk yang Kompensasi dan dipantau kompensasi Enron poli - ibukota dan rencana untuk direktur, pejabat dan karyawan. Para anggotanya pada tahun 2001 Dr LeMaistre, Ketua; Mr Blake, Mr Duncan, Dr Jaedicke, dan Mr Savage.

5. Komite nominasi yang mencalonkan individu untuk melayani sebagai Direktur. Yang mem - Bers pada tahun 2001 Lord Wakeham, Ketua; Dr Gramm, Dr Mendelsohn dan Mr Meyer. Dewan biasanya mengadakan pertemuan rutin selama lima tahun, dengan addi - nasional pertemuan khusus yang diperlukan. Rapat Dewan biasanya berlangsung selama dua hari, dengan hari pertama dikhususkan untuk rapat komite dan papan makan malam dan yang kedua hari yang ditujukan untuk pertemuan papan penuh. Pertemuan komite umumnya berlangsung antara satu dan dua jam dan diatur untuk memungkinkan anggota dewan, yang biasanya duduk di tiga komite, untuk menghadiri semua rapat komite ditugaskan. Full board pertemuan juga umumnya berlangsung antara satu dan dua jam. Khusus rapat dewan, serta rapat Komite Eksekutif, yang biasanya dilakukan melalui telepon konferensi.

Selasa, 23 Maret 2010

FRAUD

Computer Fraud and Security

Pelanggaran komputer di mana seseorang, dengan maksud untuk dirinya sendiri atau orang lain yang melanggar hukum badan, oleh salah, tidak lengkap atau data penggunaan yang tidak sah, atau dengan cara yang sama, pengaruh elektronik atau proses serupa atau transmisi data dan akibatnya menyebabkan pengalihan aset keuangan, sehingga kerugian occasioning ke yang lain, atau segera sesudahnya menyembunyikan seperti transfer.

• Apakah cara yang umum dan efektif untuk menyembunyikan suatu pencurian itu ?
– Untuk membebankan item yang dicuri ke suatu rekening biaya
• Apakah contoh dari penggajian ?
– Menambahkan sebuah nama fiktif ke catatan penggajian perusahaannya

• Proses Penipuan.
Kebanyakan penipuan melibatkan tiga langkah.
1. Pencurian sesuatu.
2. Konversi uang tunai.
3. penyembunyian

• Mengapa Terjadi Penipuan
Tiga kondisi yang diperlukan untuk penipuan terjadi:
1. tekanan atau motif
Tekanan
Apa sajakah tekanan keuangan?
- Gaya hidup melebihi kemampuan
- Tinggi utang pribadi
- "Tidak memadai" pendapatan
- Peringkat kredit yang buruk
- Berat kerugian keuangan
- Besar utang judi

Apa sajakah yang terkait dengan tekanan pekerjaan ?
- Gaji rendah
- Nonrecognition kinerja
- Ketidakpuasan kerja
- Rasa takut kehilangan pekerjaan
- Bonus overaggressive rencana
Apa tekanan lain?
- Tantangan
- Keluarga / tekanan teman sebaya
- Ketidakstabilan emosional
- Perlu untuk kekuasaan atau kendali
- Berlebihan kebanggaan atau ambisi

2. Sebuah kesempatan/peluang
Peluang
• Sebuah kesempatan adalah kondisi atau situasi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan dan menyembunyikan tindakan tidak jujur.
• Kesempatan sering kali berasal dari kurangnya kontrol internal.
• Namun demikian, kesempatan yang paling lazim untuk penipuan hasil dari kegagalan perusahaan untuk menegakkan sistem pengendalian internal.

3. rasionalisasi
Rasionalisasi
Kebanyakan pelaku punya alasan atau rasionalisasi yang memungkinkan mereka untuk membenarkan perilaku ilegal mereka.
• Apa sajakah rasionalisasi?
• Para pelaku hanya "meminjam" yang aset curian.
• Para pelaku tidak menyakiti orang melainkan hanya sebuah komputer

Mengapa Terjadi Penipuan
1. Pelaku penipuan komputer cenderung lebih muda dan memiliki lebih komputer
pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.
2. Beberapa pelaku penipuan komputer lebih dimotivasi oleh rasa ingin tahu dan tantangan "Pemukulan sistem."
3. Lain-lain melakukan penipuan untuk mendapatkan bertubuh antara
komputer orang lain dalam masyarakat.

• Penipuan Komputer
• Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendefinisikan penipuan komputer sebagai tindak ilegal apapun yang membutuhkan pengetahuan teknologi komputer untuk melakukan tindakan awal penipuan, penyelidikan, atau pelaksanaannya.
• Apakah contoh penipuan komputer itu ?
– Pencurian, penggunaan, akses, modifikasi, penyalinan, dan perusakan software atau datasecara tidak sah
– Pencurian uang dengan mengubah catatan komputer atau pencurian waktu komputer
– Pencurian atau perusakan hardware komputer
– Penggunaan atau konpirasi untuk menggunakan sumber daya komputer dalam melakukan tindak pidana
– Keinginan untuk secara ilegal mendapatkan informasi atau properti berwujud melalui penggunaan komputer

• Peningkatan Penipuan Komputer
Organisasi-organisasi yang melacak penipuan komputer memperkirakan bahwa 80% usaha di Amerika Serikat telah menjadi korban paling tidak satu insiden penipuan komputer.
Tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti bagaimana perusahaan kalah menghadapi penipuan komputer ?
– Tidak setiap orang setuju tentang hal-hal yang termasuk penipuan komputer.
– Banyak penipuan komputer yang tidak terdeteksi.
– Sebagian besar jaringan memiliki tingkat keamanan yang rendah.
– Banyak halaman dalam internet yang memberikan instruksi per langkah tentang bagaimana memulai kejahatan dan melakukan penyalahgunaan komputer.
– Penegakan hukum tidak mampu mengikuti pertumbuhan jumlah penipuan komputer.

• Penipuan dan Teknik Penyalahgunaan Komputer
Beberapa teknik-teknik yang lebih umum, penipuan dan teknik penyalahgunaan komputer
– Menjebol (cracking)
– Mengacak data (data diddling)
– Kebocoran data (data leakage)
– Serangan penolakan pelayanan (denial of service attack)
– Menguping (eavesdropping)
– Pemalsuan dan Ancaman E-mail (e-mail forgery and threats)
– Melanggar masuk (hacking)
– Informasi yang salah di internet Terorisme Internet
– Bom waktu logika (logic time bomb)
– Menyamar atau Meniru
– Penjebolan Password (password cracking)
– Menyusup (piggybacking)
– Pembulatan ke bawah (round-down)
– Teknik salami (salami technique)
– Pembajakan Software
– Pencarian (scavenging)
– Rekayasa sosial (social engineering)
– Serangan cepat (superzapping)
– Pintu jebakan (trap door)
– Kuda troya (trojan horse)
– Virus
– Cacing (worm)


• Mencegah dan Mendeteksi Penipuan Komputer
Membuat Penipuan Lebih Jarang Terjadi.
a. Menggunakan praktik mempekerjakan dan memecat pegawai yang semestinya.
b. Mengatur para pegawai yang merasa tidak puas.
c. Melatih para pegawai mengenai standar keamanan dan pencegahan terhadap penipuan.
d. Mengelola dan menelusuri lisensi software.
e. Meminta menandatangani perjanjian kerahasiaan kerja.
Meningkatkan Kesulitan untuk Melakukan Penipuan.
a. Mengembangkan sistem pengendalian internal yang kuat.
b. Memisahkan tugas.
c. Meminta pegawai mengambil cuti dan melakukan rotasi pekerjaan.
d. Membatasi akses ke perlengkapan komputer dan file data.
e. Mengenkripsi data dan program.
Memperbaiki Metode Deteksi.
a. Mengamankan saluran telepon dan sistem dari virus.
b. Mengendalikan data yang sensitif.
c. Mengendalikan komputer laptop.
d. Mengawasi informasi hacker.
Mengurangi kerugian akibat penipuan.
a. Tetap menggunakan jaminan asuransi yang memadai.
b. Menyimpan salinan cadangan program dan file data di dalam lokasi luar kantor yang aman.
c. Mengembangkan rencana kontinjensi dalam hal kejadian penipuan.
d. Menggunakan software untuk mengawasi kegiatan sistem dan untuk memulihkan diri dari akibat penipuan.
Menuntut dan Memenjarakan Pelaku Penipuan.
Sebagian besar penipuan tidak dilaporkan dan tidak dituntut untuk beberapa alasan di bawah ini?
a. Banyak kasus penipuan yang belum terdeteksi.
b. Perusahaan segan melaporkan kejahatan komputer.

CBIS

Computer Based Information System (CBIS)
Era Globalisasi dan Pentingnya CBIS dalam Berkompetisi

1.1 Apa itu CBIS ?
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS yang akan dibahas pada bagian ini antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan “basis komputer” sebagai kata kuncinya.

Data

Banyak terdapat pengertian data yang dirangkum dari berbagai sumber. Bagian ini akan mengutip tiga pengertian data dari sudut pandang yang berbeda-beda.

1. Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
2. Dari sudut pandang bisnis, terdapat pengertian data bisnis sebagai berikut : “Business data is an organization's description of things (resources) and events (transactions) that it faces”. Jadi data, dalam hal ini disebut sebagai data bisnis, merupakan deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.
3. Pengertian yang lain mengatakan bahwa “data is the description of things and events that we face”. Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.

Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

Informasi

Berikut juga akan disampaikan pengertian informasi dari berbagai sumber.
1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
2. Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
3. Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
4. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.

Dari keempat pengertian seperti tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Berbasis Komputer

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

1.2 Era Globalisasi dan Tingginya Tingkat Kompetisi

Mendengar kata “globalisasi”, yang terbayang di pikiran penulis adalah suatu masa yang mengarah pada sifat global atau mendunianya berbagai macam produk dan layanan. Betapa tidak. Berita-berita perang irak yang terjadi ribuan atau bahkan jutaan mil jauhnya dari Indonesia dapat diketahui dalam hitungan detik. Bahkan bisa dilihat dengan mata kepala secara langsung lewat siaran-siaran live yang dilakukan berbagai stasiun televisi seperti TV Al-Jazeera Turki maupun CNN-nya Amerika Serikat. Dari sisi teknologi, dapat kita lihat bahwa perkembangan terjadi sedemikian pesatnya dan dinikmati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Lihat saja jumlah perlengkapan elektronik yang dibawa oleh seorang pengusaha muda sekarang ini. Mulai dari komputer lap top, agenda elektronik palm top, handphone bahkan sampai jam tanganpun memiliki kemampuan yang canggih. Jam tangan tersebut juga berfungsi sebagai buku telepon elektronik yang dapat mengakses jaringan hanya dengan menekan beberapa tombol kecil. Terlepas dari dampak positif dan negatif yang dimilikinya, peralatan elektronik yang semakin canggih dan kecil ukurannya akan terus melancarkan serbuan ke dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Di bidang ekonomi, globalisasi berarti mendekatkan produk kepada konsumen. California Fried Chicken merupakan makanan ayam goreng produksi Amerika, tetapi untuk mendapatkannya pelanggan tidak perlu datang ke Amerika karena produk ini telah membuka cabang hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Atau lihat saja ballpoint yang banyak dipakai oleh para pelajar di Indonesia. Merk Snowman, adalah produk lisensi Jepang. Tetapi untuk mendapatkannya cukup dengan membeli di koperasi sekolah masing-masing.

Bagi perusahaan, globalisasi merupakan suatu tantangan bagaimana agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya. Globalisasi memberikan pengaruh pada dibukanya cabang-cabang dan outlet-outlet produk berbagai barang dan jasa di berbagai tempat yang berbeda. Lihat saja yang terjadi di Indonesia. Terdapatnya Gudeg Yogya di ibukota Jakarta, dibukanya kantor pemasaran Susu Kuda Liar Sumbawa di Solo, atau lihat saja Rumah Makan Padang dari Sumatera yang dapat kita nikmati hampir di seluruh kota di Indonesia. Itu semua merupakan contoh kecil pengaruh globalisasi yang membuat perusahaan berlomba-lomba untuk mendekatkan produk dan layanan kepada konsumen di berbagai belahan dunia.

Bagi pihak manajemen perusahaan, dengan dibukanya berbagai cabang dan outlet di berbagai tempat, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap cabang atau setiap outlet tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusankeputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.

1.3 Strategi Memenangkan Kompetisi

Globalisasi menciptakan apa yang disebut sebagai lingkungan vortikal dimana setiap perusahaan diibaratkan sebagai pemain yang harus bertanding di atas tanah yang terus bergoyang. Tanah yang terus bergoyang, berarti pula sebuah ketidakpastian. Hal itu akan membuat pemanfaatan peluang usaha semakin sulit dan kemungkinan gagal akan semakin besar.

Di bawah ini akan diuraikan beberapa strategi yang dapat dilakukan setiap perusahaan untuk dapat memenangkan kompetisi yang dilakukan di era yang penuh gejolak ini.
1. Penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk barang maupun jasa.
Salah satu ciri dari persaingan ekonomi skala global masa kini adalah semakin pentingnya penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk barang maupun jasa. Adanya kelemahan di sektor produksi merupakan faktor penghambat kemampuan berkompetisi di dunia bisnis. Harus diakui bahwa model bisnis berbasis teknologi merupakan model yang paling dominan di masa kini dan masih merupakan bisnis yang menjanjikan di masa depan.
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Jeffrey Pfeffer, seorang pengamat corporate dan human resources mengatakan bahwa salah satu kunci memenangkan persaingan di lingkungan vortikal yang selalu bergejolak terletak pada Sumber Daya Manusia. Bagaimana agar sumber daya manusia perusahaan dapat secara optimal berkarya dan dikaryakan. Bagaimana agar sumber daya manusia dapat menunjukkan kreatifitas dalam berkarya serta bagaimana para pekerja dapat bekerja dengan penuh cinta pada pekerjaan yang dilakukannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab oleh setiap manajemen perusahaan dan ditindak lanjuti untuk meningkatkan unjuk kerja dari setiap karyawan yang dipimpinnya. Kursus, pelatihan dan sedikit refreshing mungkin dipandang sebagai sesuatu hal yang kurang penting oleh sebagian orang di level manajemen. Namun sebenarnya hal itu merupakan sarana yang tepat untuk melakukan pencerahan kembali tentang hal-hal yang telah dilakukan selama ini yang tentunya akan memberikan motivasi untuk peningkatan kerja di masa mendatang.
3. Marketplace yang tepat.
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Accenture dan The Coference Board di awal millenium ke tiga ini, tercatat bahwa ada tiga tantangan besar yang mempengaruhi para CEO global dalam menjalankan sistem pemasaran yang dilakukan dalam perusahaannya (Komputek, Juli 2001).

Ketiga tantangan besar tersebut adalah sebagai berikut :
a. Perubahan tingkat kompetisi.
b. Internet dan teknologi informasi.
c. Konsolidasi internal industri.

Penelitian ini melibatkan 506 CEO di Amerika Utara, Eropa dan Asia. Para eksekutif tersebut diminta untuk memilih tiga tantangan terbesar marketplace (pasar) dan management dalam perusahaannya. Lalu tantangan–tantangan tersebut masing-masing didefinisikan sebagai tekanan internal dan eksternal yang memerlukan perhatian terbesar pada bisnis mereka.

Penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya teknologi dan internet para pemimpin bisnis di seluruh dunia. Pemasaran produk barang dan jasa melalui internet yang kian merebak nampaknya memberikan pengaruh yang cukup besar bagi para eksekutif perusahaan tersebut.

4. Terbentuknya sistem informasi yang akurat untuk membantu setiap pengambilan keputusan.
Di tengah lajunya kemajuan industri yang berbasis teknologi telekomunikasi dan informatika, informasi yang cepat dan akurat semakin menjadi kebutuhan pokok para decission maker. Informasi merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan. Sedangkan suatu sistem informasi bertujuan untuk memasok segala kebutuhan informasi bagi mereka yang membutuhkannya. Sistem informasi yang tepat akan membantu kebijakan level manajerial dalam hal program-program dan rencana-rencana operasional serta sasaran yang akan dicapai oleh organisasi atau perusahaan.

 Sistem Informasi dalam perusahaan yang dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) terbagi menjadi beberapa Sistem Informasi yang membentuk satu kesatuan informasi yang dibutuhkan. Pada Sistem Informasi Manajemen yang cukup lengkap, biasanya terdiri dari beberapa sistem informasi yang lebih spesifik cakupannya seperti :
 Sistem Informasi Inventory Control, untuk menyediakan informasi tentang persediaan barang.
Sistem Informasi Akuntansi, untuk menyediakan informasi tentang transaksi-transaksi keuanga
yang terjadi.
Sistem Informasi Personalia, yang menyangkut masalah pendataan karyawan sampai ke•
penggajian.
Sistem Informasi Pemasaran, yang memberikan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang•
berhubungan dengan penjualan barang, penelitian pasar dan lain-lain.
dan lain-lain.•

1.4 Kontribusi CBIS

Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :

penghematan waktu (time saving)•
penghematan biaya (cost saving)•
peningkatan efektivitas (effectiveness)•
pengembangan teknologi (technology development)•
pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).•
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.