Kamis, 07 Januari 2010

spm dewi

Philips Lighting Surabaya memiliki misi dan visi yaitu: misinya memuaskan para pelanggan akan kebutuhan dan keinginan mereka dengan memberikan produk perlampuan dan pelayanan terkait yang unggul, berfokus secara khusus pada kualitas, kecepatan dan biaya yang bersaing, di dalam lingkungan yang aman, sehat, mempunyai rasa keterkaitan yang kuat dan langgeng dalam rangka memperbaiki kualitas hidup orang banyak. Sedangkan visinya yaitu untuk menjadi sebuah organisasi industri perlampauan kelas dunia yang diakui oleh pelanggan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, sebagai: mitra kerja terbaik untuk melakukan usaha, perusahaan terbaik untuk bekerja dan berinvestasi, warga negara yang bertanggung jawab akan peran sertanya di dalam kehidupan masyarakat luas yang langgeng, dibawah kerangka kerja DELIGHT dan BEST.
Kebijakan Industri Philips Lighting Surabaya yaitu menjadikan pabrik indusri perlampuan kelas dunia sebagai panutan untuk yang lain,yang ditunjuk dengan: mutu; biaya; pengiriman; keselamatan,kesehatanlingkungan dan langgeng ; moral. Adapun nilai-nilai yang ditanamkan pada Philips Lighting Surabaya yaitu dahulukan kepuasan pelanggan, dapatkan hasil yang hebat, doronglah pengembangan sumber daya manusia, dukunglah satu sama lain.

spm

Pada era globalisasi ekonomi sekarang ini, perusahaan memasuki lingkungan bisnis yang sangat berbeda dengan lingkungan bisnis sebelumnya. Pasar tidak lagi hanya dimasuki oleh pesaing-pesaing domestik, namun telah didatangi oleh pesaing-pesaing mancanegara yang membawa produk dan jasa yang sarat dengan kandungan persaingan. Selain membawa perubahan yang kita secara nilai secara postif, globalisasi ekonomi ternyata membawa permasalahan yaitu perusahaan-perusahaan yang tidak mempunyai struktur sistem pengendalian manajemen yang baik akan tersisih, banyak sistem manajemen perusahaan yang tidak mampu beradaptasi dengan arus perubahan dalam globalisasi ekonomi.

Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. untuk membangun masa depan organisasi, perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha. Jabawan atas pertanyaan tersebut merupakan misi organisasi dengan demikian misi organisasi merupakan the chosen track untuk membawa organisasi mewujudkan masa depannya. Diharapkan dengan dilaksanakannnya struktur sistem manajemen akan tercipta visi dan misi organisasi perusahaan kemudian mengimplementasikannya.

Permasalahan yang timbul dalam implementasi struktur sistem pengendalian manajemen yang dapat diidentifikasikan sekarang ini adalah terletak pada kelemahan struktur dan kelemahan proses. Sistem pengendalian manajemen tidak dapat mewujudkan tujuan sistem kemungkinan karena strukturnya tidak pas dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan, dapat juga terjadi tujuan sistem pengendalian manajemen tidak tercapai karena proses sistem pengendalian manajemennya lemah.
Makalah ini mencoba memberikan paparan deskriptif tentang mata kuliah SPM dengan praktek lapangan di perusahaan PHILIPS Lighting Surabaya. Telah kita ketahui bahwa Philips Lighting Surabaya adalah produsen terbesar di pasar perlampuan Indonesia. Philips mengerti bahwa pencahayaan yang baik menghasilkan kerja yang baik pula. Lingkungan dan suasana yang nyaman untuk bekerja akan meningkatkan cara kerja dalam segi kualitas serta mutunya. Untuk itu peranan pencahayaan sangatlah penting. Dan saya sebagai penulis yakin bahwa dalam perusahaan ini juga tertanam sistem– sistem perencanaan dan pengendalian manajemen yang handal yang mencakup beberapa hal tentang nilai dasar dan keyakinan dasar dan lain sebagainya di dalam lingkungan bisnisnya.



2. PROFIL PERUSAHAAN

PHILIPS LIGHTING SURABAYA

Royal Philips Electronics dari Belanda adalah pemimpin global di bidang kesehatan, lighting, dan gaya hidup konsumen, layanan yang people-centric, produk inovatif, pelayanan dan memberikan melalui brand promise, yaitu “Sense and Simplicity”. Philips berkantor pusat di Belanda dengan jumlah karyawan sebanyak 134,200 orang di lebih dari 60 negara di dunia. Dengan penjualan sebesar EUR 27 miliar di tahun 2007, perusahaan ini merupakan pemimpin di pasar gambar diagnosa medis (medical diagnostic imaging) dan sistem monitoring pasien (patient monitoring system), solusi lampu hemat energi, termasuk juga solusi gaya hidup untuk kesejahteraan personal. Fungsi pencahayaan untuk menerangi fasilitas yang ada serta pada tempat bekerja yang memberikan sudut pandang penglihatan yangbaik dengan arti lainnya pencahayaan memberikan keselamatan dalam bekerja, mengurangi rasa lelah yang bisa mengakibatkan kecelakaan, mengurangi tindakan kesalahan yang mengakibatkan cacat produksi serta meningkatkan produktifitas.Sebagai tambahan pencahayaan memberikan rasa bangga terhadap lingkungan tempat bekerja.

Untuk menghasilkan kualitas yang tinggi, pencahayaan sangatlah penting perananannya dalam membantu meningkatkan produktifitas. Pencahayaan yang baik berarti cukup sinar yang dibutuhkan pada tempat kerja termasuk pada penyebaran cahaya yang merata dan kemanpuan cahaya untuk merenderasi warna disamping itu tidak menimbulkan silau.

Pada tahun 1940, pabrik lampu Philips didirikan di Surabaya. Philips Indonesia hadir untuk melayani pasar lokal, menginformasikan dan mempromosikan produk dan layanan serta menyediakan dukungan logistic bagi para distributor resmi. Philips Lighting merupakan fondasi yang menjadikan salah-satu perusahaan elektronika terbesar dunia diletakkan pada tahun 1891 ketika Gerard Philips mendirikan perusahaan di Eindhoven

Philips merupakan produsen terbesar di pasar perlampuan Indonesia . Hal ini cukup masuk akal mengingat Philips sudah masuk ke dalam pasar perlampuan Indonesia sejak tahun 1920 artinya Philips sudah berbisnis perlampuan untuk hampir 90 tahun di Indonesia dan saat ini sudah menjadi nomor 1 dengan menguasai pangsa pasar Indonesia lebih dari 45 % , selain hal tersebut diatas Philips juga sangat dikenal sebagai Trend setter dan Innovator didalam teknologi perlampuan.
Bisnis perlampuan Philips lighting di Indonesia dimulai di tahun 1941 dengan dibangunnya pabrik lampu pertamanya di Surabaya dengan nama N.V. Philips Fabricage & Handle Maatschappij dan pabrik tersebut saat ini sudah berkembang menjadi salah satu pabrik terbaik didunia yang dimiliki oleh Philips Lighting dengan diperolehnya PBE Gold medal award untuk tahun 2004 & 2005. 80% hasil produk pabrik ini di ekspor ke lebih dari 80 negara di Asia Pacific ,USA , Canada,Eropa dan Amerika Latin.

Sejak pelaku bisnis SPBU ( Pompa Bensin ) asing memasuki pasar Indonesia , Philips Lighting telah ikut berperan dalam pembentukan gaya dan tampilan SPBU yang baru melalui penyediaan rumah lampu berkualitas tinggi untuk sarana SPBU yang disebut Mini 300.
Banyak produk produk inovasi Philips yang telah diperkenalkan ke pasar Indonesia dengan kelebihan kelebihan seperti lebih hemat energi, lebih kompak, berumur lebih panjang dan lebih ramah lingkungan seperti T5, CDM, LED, Electronics Ballast dan masih banyak lagi yang akan ikut mempengaruhi Tren desain perlampuan di Indonesia.
Pabrik Lampu Philips Surabaya Menerima Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PT Philips Indonesia dengan bangga mengumumkan bahwa hari ini Pabrik Lampu Philips Surabaya dianugerahi Zero Accident Award untuk pertama kalinya yang oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan penghargaan tersebut setelah berhasil mencapai lebih dari enam juta jam kerja orang tanpa terjadi kecelakaan. Ini adalah pertama kalinya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pabrik Lampu Philips Surabaya mendapatkan Zero Accident Award.

Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama antara tim manajemen dan karyawan yang mendukung implementasi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. Sedangkan khusus untuk audit Zero Accident dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja.

Audit Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilakukan oleh Sucofindo - sebuah badan audit independen yang ditunjuk oleh Departemen Ketenagakerjaan - untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Audit didasarkan pada Peraturan Departemen Ketenagakerjaan nomor Per 05/Men/1996. Sucofindo melakukan audit SMK3 untuk kedua kalinya terhadap Pabrik Lampu Philips Surabaya yang mencapai angka 97 persen dan dianugerahi dengan Sertifikat Bendera Emas. Angka ini berada jauh di atas standar angka sertifikat emas pada umumnya yaitu 85 persen.

Selain keberhasilan ini, Pabrik Lampu Philips Surabaya diakui sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan Sertikat OHSAS 18001 versi 2007 yang secara Internasional mulai diperkenalkan pada bulan Juli 2007.
Komitmen perusahaan tetap tinggi, yakni bagaimana kami bisa berpartisipasi aktif mengurangi pemanasan global. Oleh karena itu, perusahaan ini terus mengembangkan teknologi dan inovasi, agar menghasilkan produk yang bisa didaur ulang. Dengan demikian, saat produk tersebut sudah tidak berfungsi dan dibuang ke lingkungan, tidak berdampak buruk.

BISNIS PHILIPS MENDUNIA KARENA KOMITMEN PADA LINGKUNGAN

Komitmen itu pula yang mengantar bisnis Philips merambah dunia. Acuannya terhadap lingkungan pun jelas. Tahun 1970 Philips berpartisipasi dalam Club of Rome.
"Tahun 1994 kami membuat program The Environmental Opportunity. Tahun 1998, Philips berhasil menyabet International Corporate Environmental Achievement dan memperkenalkan program Ecovision yang pertama di dunia," kata Rob.
Hal yang perlu digarisbawahi, kata dia, adalah Philips mengambil berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi gas buang CO>sub<2>res<>res<. Sejak tahun 1970, Dewan Direksi Philips telah memformulasikan beberapa program yang berkaitan dengan lingkungan.

Melalui target yang jelas terhadap produk dan proses, program ini telah membantu Philips untuk melakukan perbaikan yang terus-menerus. Pada tahun 2006 kapasitas produksi gelas Philips naik 27 persen dibandingkan dengan total produksi tahun 2005. Hal itu yang membuat semua pekerja Philips, yang dikenal pekerja keras, disiplin, dan berdedikasi tinggi, bangga. Dalam arti, kendati ada kenaikan pasar, penggunaan energi secara spesifik (giga joule/1.000 output) mengalami penurunan sebesar 16 persen. Demikian juga dalam hal menekan emisi CO>sub<2>res<>res<. Pada tahun itu emisi CO>sub<2>res<>res< per kilogram mengalami penurunan sebesar 14 persen. Semua ini hasil positif dari program Ecovision.
Wajar apabila Philips pun berbangga. Namun, yang lebih bangga adalah para green belt ataupun semut pekerja PT Philips Lighting Surabaya. Mereka tak hanya membuat industri lampu Philips di Surabaya masuk tataran world class company, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi dan perbaikan lingkungan bagi dunia.
Saat ini Royal Philips Electronic Belanda adalah pemimpin global di bidang produk elektronik kesehatan, gaya hidup, dan teknologi. Philips bermarkas di Belanda dengan total 124.300 pekerja di lebih dari 60 negara di dunia. Tahun 2006 total penjualannya 27 miliar euro.

Saat ini Philips memiliki beberapa sektor bisnis sebagai berikut:

Healthcare, termasuk di dalamnya sistem medis yang professional dan perlengkapan kesehatan personal.
Lighting, termasuk di dalamnya pabrik lampu, komponen dan sistem pencahayaan profesional, serta Solusi Pencahayaan personal.
Consumer Lifestyle, termasuk di dalamnya Consumer electronics, domestic appliances, dan personal care.
Philips menduduki posisi No. 1 untuk pasar lighting di dunia, kemapanan ini didukung oleh kombinasi kepemimpinan dalam berinovasi dan pendekatan sistematis untuk menemukan peluang pasar baru.

Ambisi kami adalah meletakan fondasi dalam industri lighting sebagai pilihan utama mitra inovatif dalam menyediakan solusi pencahayaan yang kreatif dan terjangkau.Produk Kami dapat ditemukan di seluruh dunia, tidak hanya hampir diseluruh sudut rumah, tetapi juga dalam hampir seluruh aplikasi professional, misalnya: 30 persen dari bagunan-bangunan komersial seperti gedung perkantoran , Rumah sakit dan bangunan-bangunan yang telah menjadi identitas dari suatu kota / negara , 65 persen pada bandara-bandara top dunia , 35 persen mobil, dan 55 persen stadion sepakbola utama dunia seperti 7 dari 10 stadion yang digunakan pada piala dunia sepakbola 2002 di Jepang/Korea dan 8 dari 12 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2006 di Jerman dan pada even even dunia lainnya . Produk-produk ini meliputi jenis lampu pijar maupun halogen, neon kompak, lampu gas discharge intensitas tinggi maupun lampu khusus, luminaires (rumah lampu), ballast, komponen elektronik, dan lampu mobil.
Philips Lighting mempekerjakan sekitar 44.000 orang di berbagai lokasi manufaktur di seluruh dunia.Di Asia Pasifik, kami hadir di hampir semua negara dengan organisasi penjualan dan/atau pabrik, yakni Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Taiwan, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Vietnam.
Beberapa pesta olah raga yang dimeriahkan oleh Philips Lighting ;
Piala Dunia 2006 - Jerman
Olimpiade 2004 - Athena
PON XVI 2004 Palembang - Indonesia
Piala Dunia 2002 - Korea/Jepang
Olimpiade 2000 Sydney Australia - Opera House, International Athletic Centre, International Aquatic Center,State Hockey Centre, Superdome.
Berbagai tempat terkenal yang diterangi oleh Philips Lighting di Asia Pasifik:
 Jembatan ANZAC di Australia
 Jembatan Nanpu di Cina
 Medan Times Shanghai di Cina
 Jalan Raya Yan'an Shanghai di Cina
 Menara Pengawas Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong
 Jembatan Tsing Ma di Hong Kong
 Kereta Api Transit Massa (MTR) di Hong Kong
 Jembatan Sungai Dinding di Malaysia
 Istana Maharaja di Coach Behar di India
 Studio Film di India
 Arena Balap Kranji di Singapura
 Revenue House (Wisma Pendapatan) di Singapura
 Patung Raja Rama V dan Istana Dusit di Thailand
 Istana Kerajaan di Thailand

3. PEMBAHASAN DENGAN SISTEM PENGENDALIAN DAN PERENCANAAN MANAJEMEN

Dari hasil pengamatan dengan diadakannya company visit ke Philips Lighting Surabaya, dapat dilihat bahwa perusahaan ini telah mengaplikasikan ilmu Sistem Pengendalian Manajemen ke dalam system kinerja perusahaan. Philips Lighting Surabaya juga memiliki Human Resourve Leverage, yaitu adalah dengan melepaskan seluruh potensi sumber daya manusia organisasi dan untuk mengerahkan dan memfokuskan potensi tersebut kepencapaian visi organisasi.
Pendesainan struktur sistem pengendalian manajemen merupakan cara pengkomunikasian melalui operational behavior yaitu suatu cara pengkomunikasian paradigma keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi melalui peraturan, sistem dan prosedur serta keputusan resmi yang dibuat. Struktur sistem pengendalian manajemen didesain untuk mengkomunikasikan costumer, value, mindset, continuous improvement mindset, opportunity mindset, cross – functional mindset dan employee empowerment minset melalui struktur organisasi, jejaring informasi dan sistem penghargaan.

 Continuous Improvement Mindset

Improvement berkelanjutan adalah usaha peningkatan di segala bidang dalam jangka panjang. Usaha tersebut perlu dilandasi oleh mindset yang semestinya, sehingga unsure berkelanjutannya dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Dalam Continuius improvement mindset terdapat keyakinan dasar dan nilai dasar. Keyakinan dasar itu sendiri meliputi :

1. kita harus mengetahui fakta
2. alasan dan belajar
3. selalu ada cara yang lebih baik
4. kita harus selalu berusaha untuk sempurna

Sedangkan pada nilai dasar meliputi :
1. kejujuran
2. kerendahan hati
3. kerja keras
4. kesabaran
5. keterbukaan
6. keberanian.

Dalam Philips Lighting Surabaya, Sumber Daya Manusia sebagai salah satu unsur dalam proses produksi, disamping dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri juga diharapkan mewaspadai pemanfaatan unsur lainnya berupa peralatan kerja yang dianggap canggih dan modern. Oleh karena itu, penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri sangat diperlukan. Jika karyawan merasa aman dan nyaman dalam menjalankan pekerjaannya, maka dapat meningkatkan semangat kerja karyawan serta dapat mencapai produktivitas yang tinggi. Dan yang terpenting :

1.Perumusan Misi, visi, keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi secara jelas.
2.Pengkomunikasian misi, visi, keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi kepada personel perusahaan melalui personal behaviors para leaders organisasi dan operational behavior.

Melalui proses internalisasi, misi, visi, keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi dapat tertanam di dalam diri seluruh personel menjadi shared mission, shared vision, shared beliefs dan shared values.Shared mission, shared vision, shared belief dan shared values menjadikan karyawan berdaya untuk mengendalikan perilakunya sesuai dengan yang diharapkan di dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 Opportunity mindset

Yakni kondisi yang terbuka di masa depan yang belum pernah dialami seseorang atau organisasi yang berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya dan yang mengandug ketidakpastian.

Sistem pengendalian manajemen juga menyediakan berbagai sistem untuk melaksanakan proses perencanaan dan implementasi rencana. Melalaui sistem pengendalian manajemen, keseluruhan kegiatan utama untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pencipta kekayaan dapat dilaksanakan secara terstruktur, terkoordinasi, terjadwal dan terpadu sehingga menjanjikan tercapainya tujuan perusahaan-perusahaan bertambahnya kekayaan dalam jumlah yang memadai.

Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. untuk membangun masa depan organisasi, perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha.

 Employee Empowerment

Pemberdayaan karyawan berarti memampukan dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan, mengimplementasikan rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kelompoknya. Pemberdayaan karyawan (employee empowerment) merupakan trend pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi masa depan. Pemberdayaan karyawan dilakukan di dalam orgainsasi perusahaan dengan fokus ke penyediaan produk dan jasa bagi customers. Untuk kepuasan customer-lah pada dasarnya pemberdayaaan karyawan ini ditujukan.

Suatu sistem yang digunakan untuk mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi. pada wakru organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk menghadapi lingkungan bisnis yang stabil, penghargaan, didistribusikan, ke manajemen puncak, karena merekalah yang menjalankan bisnis perusahaan. Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen, manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis perusahaan.
Beban tanggung jawab untuk menjalankan bisnis perusahaan perlu didistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. Timbullah kebutuhan perlu mendistribusikan kepada manajemen bawah dan karyawan. Timbullah kebutuhan untuk memberdayakna karyawan guna membangun responsibility – based organizarion, suatu organisasi yang seluruh personelnya (manajemen dan karyawan) bertanggung jawab atas bisnis perusahaan.

 Cross Functional Mindset
Cross-functional mindset merupakan mindset yang cocok dalam mewujudkan sistem pengendalian manajemen untuk menghadapi lingkungan bisnis global. Tim lintas fungsional hanya akan efektif di dalam menjalankan organisasi lintas fungsional jika mereka memiliki mindset yang cocok dengan organissai tersebut. Proses untuk menghasilkan produk dan jasa menembus batas-batas antar fungsi. Dengan demikian manajemen atas aktivitas pembuatan produk dan jasa penyediaan jasa hanya akan berhasil jika batas-batas antarfungsi ditiadakan, baik secra fisik maupun secara mental.
Paradigma Lintas Fungsional
Paradigma lintas fungsional memandang organisasi sebagai:
1. Suatu rangkaian system yang digunkan untuk melayani kebutuhan customer
2. Suatu kumpulan shared competencies and resources yang disediakan untuk dimobilisasi guna memenuhi kebutuhan customer.
 Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja
Setelah kinerja dan peran untuk mewujudkan kinerja ditetapkan, serta kompetensi inti untuk mewujudkan peran ditentukan, langkah selanjutnya dalam pengelolaan kinerja
terpadu adalah mendesain sistem penghargaan berbasis kinerja dengan dua tujuan:

(1) untuk meningkatkan kepastian bagi personel bahwa kinerja mereka akan diberi
penghargaan,
(2) untuk meningkatkan kepuasan personel terhadap penghargaan sehingga meningkatkan nilai penghargaan bagi personel.

Kepastian suatu kinerja diberi penghargaan dan tingginya nilai penghargaan bagi personel inilah yang menjadi pemacu usaha personel dalam menggunakan kompetensi inti melalui peran mereka untuk menghasilkan kinerja. Sistem penghargaan didesain melalui empat langkah berikut ini:

1. Menetapkan bobot (weight) untuk setiap perspektif yang dicakup sasaran strategik.
2. Menetapkan bobot untuk setiap sasaran strategik dalam setiap perspektif.
3. Menetapkan tipe target yang akan dipakai sebagai basis pendistribusian penghargaan
(threshold, midpoint, dan stretch)
4. Menetapkan penghargaan untuk setiap pencapaian target (threshold, midpoint, dan
stretch) oleh manajer pusat pertanggungjawaban, tim, dan karyawan

Pengukuran dan Penilaian Kinerja

Pengukuran kinerja dilaksanakan dengan mengukur keberhasilan setiap mission center dan service center dalam mencapai sasaran strategik yang tercantum dalam mission center scorecard dan service center scorecard yang bersangkutan. Hasil pengukuran kinerja mission center dan service center kemudian dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dalam scorecard-nya masing-masing. Hasil pembandingan ini dinilai untuk menetapkan penghargaan yang akan diberikan kepada manajer mission center dan manajer service center berdasarkan sistem penghargaan yang telah ditetapkan

Pendistribusian Sistem Penghargaan Berbasis Kinerja

Penghargaan didistribusikan kepada personel dengan basis kinerja yang telah diukur dan dikumpulkan informasinya melalui sistem informasi akuntansi. Distribusi penghargaan kepada personel dimaksudkan untuk menegaskan bahwa kinerja personel dipastikan memperoleh penghargaan. Jenis dan nilai penghargaan direncanakan untuk menghasilkan kepuasan bagi personel, agar meningkatkan nilai penghargaan bagi personel, sehingga meningkatnya nilai penghargaan ini berdampak pada peningkatan usaha personel dalam menghasilkan kinerja.

4. KESIMPULAN

Pada tahun 1940, pabrik lampu Philips didirikan di Surabaya. Philips Indonesia hadir untuk melayani pasar lokal, menginformasikan dan mempromosikan produk dan layanan serta menyediakan dukungan logistic bagi para distributor resmi. Philips Lighting merupakan fondasi yang menjadikan salah-satu perusahaan elektronika terbesar dunia diletakkan pada tahun 1891 ketika Gerard Philips mendirikan perusahaan di Eindhoven

Aplikasi Balance Scorecard dimulai dari akarnya yaitu pembelajaran dan pertumbuhan, yang memberikan kontribusi pada proses internal bisnis, sehingga pelanggan menjadi puas dan pada akhirnya perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang tercermin dalam performasi keuangan.
Akhirnya, kemampuan untuk memenuhi target untuk tujuan keuangan, pelanggan dan proses bisnis intern tergantung kepada kemampuan organisasi untuk belajar pertumbuhan. Mereka yang memungkinkan belajar dan pertumbuhan khususnya berasal dari 3 sumber, yaitu pegawai, sistem dan Penyetaraan organisasi. Strategi untuk kinerja yang unggul umumnya menuntut investasi yang signifikan pada orang, sistem dan proses yang membangun kemampuan organisasi.Akibatnya, tujuan dan ukuran untuk fihak yang memungkinkan kinerja yang handal ini dikemudian hari harus merupakan bagian yang integral dari suatu Balance Scorecard organisasi.
Suatu kelompok inti dari 3 ukuran yang terdiri dari kepuasan pegawai, kesetiaan pegawai dan produktifitas pegawai memberikan ukuran hasil kedalam pegawai, sistem dan Penyetaraan/keselarasan organisasi. Para pendorong hasil ini sekarang agak generik dan kurang berkembang daripada ketiga perspektif Balance Scorecard lainnya.

5. SARAN

Philips Lighting Surabaya adalah produsen terbesar di pasar perlampuan Indonesia. Philips mengerti bahwa pencahayaan yang baik menghasilkan kerja yang baik pula. Lingkungan dan suasana yang nyaman untuk bekerja akan meningkatkan cara kerja dalam segi kualitas serta mutunya. Saran saya pada Philips Lighting Surabaya tetap mempertahankan dan menjaga mutu pelayanannya bagi para pelanggan. Prestasi yang baik ini harus tetap ditingkatkan dan dijaga. Saran ini saya sampaikan demi kemajuan kita bersama. Agar Philips Lighting Surabaya juga bisa meningkatkan pelayanan pada pelanggannya. Selama ini saya pun tidak pernah komplain apabila lampunya tidak berfungsi dengan baik maupun daya tahan yang turun. Demikianlah saran ini saya sampaikan semoga ada manfaatnya. Terima kasih.

Sabtu, 02 Januari 2010

BAB 13 ALK

BAB 13
PREDIKSI KEBANGKRUTAN


Informasi kebangkrutan bisa bermanfaat bagi beberapa pihak seperti berikut ini :
1) Pemberi Pinjaman ( seperti pihak Bank). Informasi kebangkrutan bisa bermanfaat untuk mengambil keputusan siapa yang akan diberi pinjaman, dan kemudian bermanfaat untuk kebijakan monitor pinjaman yang ada.
2) Investor. Investor saham atau obligasi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan tentunya akan sangat berkepentingan melihat adanya kemungkinan bangkrut atau tidaknya perusahaan yang menjual surat berharga tersebut.
3) Pihak Pemerintah. Pada beberapa sector usaha, lembaga pemerintah mempunyai tanggungjawab untuk mengawasi jalannya usaha tersebut(misal sector perbankan).
4) Akuntan. Akuntan mempunyai kepentingan terhadap informasi kelangsungan suatu usaha karena akuntan akan menilai kemapuan going concern suatu perusahaan
5) Manajemen. Kebangkrutan berarti munculnya biaya – biaya yang berkaitan dengan kebangkrutan dan biaya ini cukup besar. Suatu penelitian menunjukkan biaya kebangkrutan bisa mencapai 11-17% dari nilai perusahaan.

MASALAH DALAM KEBANGKRUTAN

Kesulitan keuangan jangka pendek bersifat sementara dan belum begitu parah, tetapi kesulitan semacam ini apabila tidak ditangani bisa berkembang menjadi kesulitan tidak solvable. Kalau tidak solvable, perusahaan bisa dilikuidasi atau direorganisasi. Likuidasi dipilih apabila nilai likuidasi lebih besar dibandingkan dengan nilai perusahaan kalu diteruskan. Reorganisasi dipilih kalau perusahaan masih menunjukkan prospek dan dengan demikian nilai perusahaan kalau diteruskan lebih besar dibandingkan nilai perusahaan kalau dilikuidasi.

Beberpa alternative perbaikan berdasarkan besar kecilnya permasalahan keuangan yang dihadapi perusahaan :

Pemecahan secara informasi


1) dilakukan apabila masalah belum begitu parah
2) masalah perusahaan hanya bersifat sementara, prospek masa depan masih begitu bagus cara :
a. perpanjangan ( extention) : dilakukan dengan memperpanjang jatuh tempo hutang – hutang
b. komposisi ( Composition) : dilakukan dengan mengurangi besarnya tagihan

Pemecahan secara formal


Dilakukan apabila masalah sudah parah, kreditur ingin mempunyai jaminan keamanan cara :

a. apabila nilai perusahaan diterskan > nilai perusahaan dilikuidasi
Reorganisasi : dengan mengubah struktur modal menjadi struktur modal yang layak
b. apabila nilai perusahaan diterskan < nilai perusahaan dilikuidasi
Likuidasi : dengan menjual asset – asset perusahaan
Analisis kebangkrutan dilakukan untuk memperoleh peringatan awal kebangkrutan . semakin awal tanda – tanda kebangkrutan tersebut, semakin baik bagi pihak manajemen karena pihak manajemen bisa melakukan perbaikan – perbaikan. Tanda – tanda kebangkrutan tersebut dalam hal ini dilihat denagn menggunakan data – data akuntansi.
Dalam praktik dan juga dalam penelitian empiris, kesulitan keuangan sulit untuk diidentifikasikan . kesulitan semacam ini bisa berarti mulai dari kesulitan likuditas, yang merupakan kesulitan keuangan yang paling ringan, sampai kepernyataan kebangkrutan yang merupakan kesulitan yang paling berat. Dengan demikian kesulitan keuangan bisa dilihat sebagai kontinum yang panjang, mulai dari yang ringan sampai yang paling berat.

Perhatikan empat kategori semacam ini :

Tidak dalam kesulitan
Keuangan Dalam kesulitan
keuangan
Tidak Bangkrut I II
Bangkrut III IV

Perusahaan yang berada dalam kategori II barangkali mengalami kesulitan, tetapi berhasil mengatasi masalah tersebut dan karena itu tidak bangkrut. Perusahaan pada kategori III sebenarnya tidak mengalami kesulitan keuangan, tetapi karena suatu hal, maka perusahaan tersebut memutuskan untuk bangkrut. Pada situasi IV pengertian kebangkrutan begitu jelas, perusahaan mengalami kesulitan keuangan dank arena itu akan bangkrut. Demikian juga pada situasi I, situasi keuangan cukup jelas, dalam hal ini perusahaan tidak mempunyai kesulitan keuangan dan tidak mengalami kebangkrutan.

Ada beberapa indicator yang bisa memprediksi kebangkrutan. Salah satu
Sumbernya adalah analisis aliran kas untuk masa mendatang, sedangkan sumber lainnya adalah analisi strategi perusahaan. Sumber lain adalah laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini dipakai untuk memprediksi kesulitan keuangan . sumber lainnya adalah informasi eksternal. Pada pasar keuangan yang sudah maju, lembaga penilai sudah berkembang dan informasi mereka bisa dipaki untuk memprediksi kemugkinan adanya kesulitan keuangan.

PREDIKSI KEBANGKRUTAN : ANALISIS UNIVARIATE

Pendekatan tunggal (univariate ) bisa dipakia untuk memprediksi kesulitan keuangan dengan asumsi bahwa distribusi variable keuangan untuk perusahaan yang menglami kesulitan keuangan berbeda dengan distribusi variable keuangan untuk perusahaan yang tidak mengalami kebangkrutan.

Penggunaan metode tersebut akan dijelaskan dengan menggunakan contoh berikut pada tahun 1970, beberapa perusahaan kereta api AS yang cukup besar mengalami kebangkrutan. Apakah rasio – rasio keuangan pada tahun – tahun sebelumnya bisa memperkirakan kebangkrutan tersebut? Berikut ini dua rasio keuangan yang dipilih untuk melihat apakah kebangkrutan perusahaan kereta api tersebut bisa dilihat melalui rasio – rasio keuangan pada tahun – tahun sebelumnya.

(1) Rasio biaya transportasi terhadap pendapatan operasional (BT/ PO). Biaya transportasi merupakan komponen biaya yang terbesar yang terjadi pada perusahaan kereta api , yang meliputi biaya operasional angkutan kerta, biaya gaji pegawai kereta dan biaya bahan baker. Pendapatan operasional terutama berasal dari karcis kereta yang terjual dan juga pendapatan dari beberapa sumber yang lain seperti pendapatan angkutan barang dan surat pos
(2) Rasio timed interst earned (TIE) yang merupakan rasio EBIT ( Earning Before Taxes)/Interst. Bunga atau interest disini adalah bunga dari kewajiban obligasi. Apabila diperoleh angka negatif, berarti perusahaan mempunyai earning( atau pendapatan) yang negative

Teknik penelitian titik cut off mengandung bahaya bahwa karakteristik spesifik perusahaan – perusahaan dalam sample akan sanagat mempengaruhi nilai cut off, dan dengan demikian titik cut off tersebut tidak representaif untuk perusahaan – perusaan lainnya. Untuk menghindari kemungkinan semacam tersebut, akuirisititik cut off bisa menggunakan perusahaan – perusahaan diluar sampel .

Empat variable yang menunjukkan perbedaaan antara perusahaan yang bangkrut dengan yang tidak bangkrut secara konsisten adalah

1. tingkat retun ( rate of return ). Perusahaan yang bangkrut mempunyai tingkat return yang lebih rendah.
2. penggunaan hutang. Perusahaan yang bangkrut menggunakan hutang yang lebih tinggi
3. perkindungan terhadap biaya tetap ( fixed payment coverage) . perusahaan yang bangkrut mempunyai perlindungan terhadap biaya tetap yang lebih kecil
4. fluktuasi retun saham. Perusahaan yang bangkrut mempunyai rata – rata return yang lebih rendah dan mempinayi fluktuasi return saham yang lebih tinggi.

PREDIKSI KEBANGKRUTAN : ANALISIS MULTIVARIATE
Salah satu kelemahan model univariate adalah kemungkinan terjadinya konflik antara variable – variable yang dijadikan prediksi. Untuk mengatasi masalah tersebut model multivariate dikembangkan. Variable bebas dalam model ini adalah rasio – rasio keuangan yang diperkirakan memprediksi kebangkrutan, sedangkan variable tidak bebas adalah prediksi kebangkrutan ( bangkrut dengan nilai 0 dan tidak bangkrut dengan nilai 1 ) atau profitabilitas kebangktutan ( 0 sampai 1, inklusif)

Teknik statisistik yang sering digunakan adalah analisis diskriminan untuk mengklasifikasikan observasi ke dalam dua kelompok : bangkrut dan tidak bangkrut. Teknis analisi logis atau probit juga sering digunakan untuk melihat profitabilitas suatu kejadian berdasrkan variabel – variabel tertentu. Analisis non parametik juga bisa digunakan.

Dengan menggunakan kasus kebangkrutan perusahaan kereta api, kita akan menggunakan dua variable untuk persamaan deskriminasi, yaitu variable rasio BT/PO(variable bebas X1) dan variable TIE(sebagai variable X2) . diasumsikan bahwa rasio – rasio yang dipakai berasal dari populasi denagn distribusi normal dan matriks varians kovarians kedua kelompok tersebut sama.

Persamaan diskriminan linear bisa ditulis sebagai berikut ini :

Zi = a X1 + B X2

Skor Z yang rendah berarti semakin besar kemungkiana untuk bangkrut. Koefisien negative variable X1 menandakan hubungan negative antara variable tersebut dengan skor Zi. Semakin tinggi nilai X1, semakin rendah nilai Zi dan semakin tinnggi kemungkina kebangkrutan. Nilai koefisien yang positif pada variable X2 menandakan bahwa semakin tinngi rasio TIE, semakin tinggi nilai skor Zi dan semakin kecil kemubgkinan bangkrut.

Banyak bukti yang cukup kuat mengatakan bahwa kebangkrutan tidak hanya dipengaryhi oleh variable – variable intern saja ( dari perusahaan ), tetapi juga oleh variable – variable eksternal seperti perubahan tingkat bunga, turunnya kondisi perekonomian, atau perubahan tingkat pengganguran. Dengan bukti semacam ini multivariate bisa memasukkan variable – variable ekonomi makro untuk memprediksi kemubkinan kebangkrutan.

BUKTI – BUKTI INTERNAL

Salah satu masalah yang bisa dibahas adalah apakah ada kesamaan rasio keuangan yang bisa dipaki untuk memprediksi kebangkrutan untuk semua Negara, ataukah mempunyai kekhususan. Nilai Zi dicari dengan persamaaan diskriminan sebagai berikut ini :

Zi = 1,2 X1 +1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5

Dimana ,
X1 = (Aktiva lancar – hutang lancar)/total aktiva
X2 = laba yang ditahan / total asset
X3 = laba sebelum bungan dan pajak / total asset
X4 = nilai pasar saham biasa dan prefern / nilai buku total hutang
X5 = penjualan / total asset

Masalah lain yang mungkin perlu dipertimbangkan adalah banyak perusahaan yang tidak go public, dan dengan demikian tidak mempunayi nilai pasar. Untuk beberapa Negara seperti Indonesia, perusahaan semacam ini merupakan bagian terbesar yang ada. Altman kemudian mengembangkan model alternative dengan mengganti variable X4 ( nilai pasar saham prefern dan biasa/ nilai buku total hutang). Dengan cara demikian model tersebut bisa dipakai bisa untuk perusahaan yang go public maupun perusahaan yang tidak go public.

Berdasarkan komentar bisa diajukan dalam kiatannya dengan model kebangkrutan semacam ini. Pertama, sampai sejauh ini sangat sedikit pembicaraan teori yang bisa mengarah penelitian kebangkrutan. Dengan semakin sedikitnya teori tersebut, prediksi kebangkrutan lebih diarhkan ke pencarain – pencarian variabel - variabel relevan dengan coba – coba.

Dengan metode pencarian semacam ini, peneliti perlu memperhatiakn kemungkinan adanya bias, yaitu model tersebut hanya mempunyai karakteristik yang mempunyai sample tersebut. Untuk menghindari kemungkinan semacam ini, sample bisa dibagi ke dalam dua kelompok. Dengan kelompok pertama, analis mencari model prediksi kebangkrutan, kemudian model tersebut diuji validitasnya dengan menggunakan kelompok kedua. Varians yang lain adalah dengan menggunakan beberapa metode.

Penelitian menunjukan bahwa interpretasi prediksi tidak begitu sensitive terhadap perbedaan model – model statistic yang dipilih. Sebagai contoh suatu penelitian berkesimpulan bahwa untuk suatu set variable tertentu, penggunaan model diskriminasi linear, model diskrimasi kuadrat dan model logit, menghasilkan tingkat akurasi yang hampir sama.

Sedangkan peneliti masalah prediksi menggunakan data beberapa periode sebelum kebangkrutan, misal satu, dua, tiga, empat tahun sebelum kebangkrutan.
Tetapi dalam kenyataannya analisis tidak pernah tau kapan bangkrut. Pilihan waktu untuk menyatakan bangkrut sangat tergantung dari beberapa factor seperti kemapuan bank untuk membantu restrukturisasi keuangan, kebangkrutan perusahaan lain, dan negosiasi dan pekerja.

Sampel yang dipilih semacam ini juga membuat sulit untuk menarik kesimpulan terhadap populasi secara keseluruan. Sampel yang baik tentunaya sampel yang mewakili populasi secara keseluruan.

Kalau penelitian kebangkrutan dinilai dari sumbanganya terhadap pengambilan keputusan akan terasa bahwa penelitian kebangkrutan memberi sumbangan yang cukup substansial. Karena keputusan akan lebih baik dengan adanya informasi kebangkrutan ini.

ALK BAB 14

BAB 14

ANALISIS PEMBERIAN PINJAMAN



KETENTUAN DAN RISIKO KEUANGAN
PEMBERIAN pinjaman meliputi beberapa aspek. Pada waktu nasabah mendekati bank, ada beberapa tahap yang akan dilalui oleh nasabah tersebut meliputi evaluasi oleh bank; penyusunan perjanjian simpan pinjam seperti penentuan tingkat bunga, penentuan beberapa batasan yang bertujuan melindungi kepentingan pemberi pinjaman (bank); dan monitoring oleh pihak bank.

Sumber informasi yang bisa diperoleh untuk membantu pengambilan keputusan pinjaman ini antara lain :
1. Nasabah yang akan menginginkan pinjaman. Informasi ini meliputi informasi laporan keuangan masa lalu, informasi proyeksi keuangan, deskripsi aset yang dijadikan jaminan, dan detail perencanaan bisnis dan pengalaman manajemen.
2. File pihak pemberi dana. Jika perusahaan sudah menjadi nasabah bank, bank mempunyai file nasabah dan informasi masa lalu nasabah dalam kaitannya dengan bank bisa dianalisis. Bahkan jika perusahaan masih baru (calon nasabah), informasi mengenai perusahaan –perusahaan lain yang serupa (satu industri) bisa digunakan sebagai perbandingan.
3. Asosiasi bisnis. Asosiasi bisnis bisa memberikan informasi mengenai perilaku dan kondisi anggota-anggotanya. Informasi tersebut bisa digunakan untuk mengevaluasi suatu perusahaan.
4. Informasi pihak eksternal. Pada beberapa negara maju informasi eksternal tersedia dan bisa diperoleh relatif mudah. Sebagai contoh Dun & Bradstreet (perusahaan pe-rating Amerika Serikat) menyediakan informasi mengenai perusahaan kecil. Perusahaan pe-rating lain seperti Standard & Poors memberi rangking surat-surat berharga dengan nilai-nilai seperti AAA (untuk yang paling rendah risikonya). Informasi semacam ini bisa dipakai dalam analisis pinjaman.
5. Informasi Pasar Modal. Beberapa informasi dari pasar modal seperti harga saham, volume penjualan bisa dipakai sebagai informasi tambahan dalam analisis pinjaman. Laporan dari perusahaan broker bisa memberi informasi mengenai kualitas manajemen dan perkembangan-perkembangan masa mendatang.
6. Laporan Industri dan Ekonomi secara Umum. Laporan asosiasi perdagangan, peramalan ekonomi yang dibuat oleh ekonom, laporan dari lembaga-lembaga pemerintah, laporan dari Biro Pusat Statistik mengenai uang beredar, pendapatan nasional, dan inflasi bisa dipakai untuk menganalisis pinjaman.

Tahapan dalam proses pinjaman mencakup tiga hal :

1. Persetujuan Pinjaman.
2. Monitor Pinjaman.
3. Pelunasan Pinjaman.


Tabel 14.2 Rasio Keuangan yang Dianggap Penting dalam Pengambilan Keputusan Pinjaman

Rasio Keuangan Rata-rata rating
1. Hutang/Modal Saham
2. Rasio Lancar
3. Aliran Kas/Proporsi Hutang Jangka Panjang yang jatuh tempo tahun ini
4. Fixed charged Coverage
5. Profit margin bersih sesudah pajak
6. Bunga bersih yang diperoleh
7. Profit Margin bersih sebelum pajak
8. Degree of Financial Leverage
9. Perputaran Persediaan dalam hari
10. Perputaran Piutang Dagang (hari)

Catatan : 1,2,3 - Kurang penting
4,5,6,7 - Penting secara umum (Rata-rata) 8,9,10 - Sangat penting

Pertimbangan yang biasa dihasilkan oleh analis kredit adalah sebagai berikut :

1. Lancar. Risiko yang normal
2. Diperhatikan secara khusus. Ada bukti-bukti kelemahan pada kondisi keuangan nasabah atau skedul pembayaran yang tidak realistis.
3. Di bawah Standar. Tren keuangan yang semakin jelek, atau perkembangan manajerial, ekonomi, dan politik yang membutuhkan penanganan yang cepat.
4. Meragukan. Pembayaran penuh hutang dipertanyakan. Beberapa kerugian sangat mungkin terjadi. Bunga pinjaman tidak diperoleh.
5. Kerugian. Kredit dipertimbangkan tidak kembali.

Studi untuk memprediksi kelima pertimbangan di atas menghasilkan persamaan sebagai berikut :
Yi = -3,90 + 6,41 x Dei – 1,12 x FCCi + 0,664 x SDi

Dimana
DEi = (Hutang jangka panjang + hutang lancar)/Total Aset
FCCi = Dana dari operasi/ (Biaya bunga + komitmen biaya sewa + rata -rata hutang yang akan lunas dalam jangka waktu tiga tahun)
SDi = Jumlah tahun yang berurutan perusahaan mengalami penurunan penjualan

Begitu juga akurasi model tersebut dengan menggunakan kredit di luar sampel (uji validasi).

Klasifikasi Kredit Sampel Estimasi Sampel Validasi
Lancar
Diperhatikan Khusus
Substandar
Meragukan 93%
44%
80%
60% 94%
29%
30%
50%

Model tersebut memprediksi kredit lancar dengan cukup baik pada dua kategori sampel, tetapi tidak begitu baik untuk tiga kategori kredit yang lainnya. Model yang tidak begitu baik hasilnya tersebut disebabkan beberapa kemungkinan: (1) Staf kredit menggunakan lebih dari tiga variabel yang dibicarakan di atas (2) Data-data dalam model di atas tidak menunjukkan hubungan yang sifatnya linear (3) Hanya sedikit terjadi keseragaman pendapat antara para staf kredit mengenai variabel yang bisa masuk dalam model tersebut.

Tabel 14.3. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan rating kredit oleh Dun & Bradstreet

Rating Tinggi Baik Fair Terbatas

Deskripsi Jika semua kondisi di bawah ini memuaskan Jika sebagian besar kondisi ini memuaskan Dipandang baik, tetapi beberapa variabel tidak bagus Risiko kredit semakin besar, Reputasi terbatas
Pembayaran Memuaskan. Ada penjelasan memadai terhadap kelambatan yang mungkin terjadi Secara umum memuaskan. Penjelasan memadai terhadap kelemahan Kelemahan yang cukup signifikan Signifikan bahkan kelambatan yang kronis
Keuangan Laporan keuangan secara teratur diperoleh. Ada angka-angka perbandingan. Kondisi bagus. Tren yang menaik Laporan diperoleh kondisi lumayan. Tren biasanya cukup Laporan diperoleh. Kondisi tidak seimbang. Kerugian operasional dan aliran kas tidak bagus. Hutang cukup besar Laporan diperoleh. Kondisi tidak seimbang Kerugian dan hutang semakin besar.
Sejarah Satu tahun setidak-tidaknya 3 tahun lebih disukai. Jumlah yang cukup terhadap kepemilikan Tidak ada minimum tahun jika faktor lain memuaskan. Jaminan yang memadai terhadap kepemilikan Jaminan yang memadai terhadap kepemilikan Jaminan yang memadai terhadap kepemilikan
Yang lainnya Pengalaman dalam semua aspek manajemen bisnis. Tidak ada kegagalan bisnis akhir-akhir ini yang akan berakibat buruk terhadap bisnis Jika baru, pengalaman pada pengelolaan bisnis yang sukses dimasa lalu. Tidak ada kegagalan bisnis akhir-akhir ini. Mungkin kekurangan pengalaman. Mempertimbangkan pengaruh kegagalan terhadap bisnis saat ini Mungkin kurang pengalaman. Mempertimbangkan pengaruh kegagalan terhadap bisnis saat ini.

Catatan : Faktor lain yang dipertimbangkan untuk penilaian ini termasuk : operasi atau lokasi, catatan bank, informasi publik, faktor-faktor ekonomi secara umum, kondisi industri atau lokal.

BEBERAPA MASALAH DALAM PENGGUNAAN MODEL KUANTITATIF

Masalah mungkin timbul dalam pemilihan sampel untuk pembuatan model. Jika pembuatan model menggunakan catatan-catatan yang ada saat ini dalam perusahaan, maka model tersebut barang kali tidak bisa dipakai untuk calon nasabah (yang baru), karena sampel yang digunakan tersebut telah diseleksi oleh sistem seleksi yang ada saat ini. Sampel tersebut tidak mewakili nasabah yang baru (calon). Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menerima semua permintaan kredit, tanpa melakukan seleksi dengan menggunakan sistem seleksi yang ada untuk periode waktu tertentu. Setelah itu analis menggunakan data tersebut (yang terdiri dari kredit macet dan lancar) untuk membuat model.

Pemilihan variabel bebas biasanya pada beberapa hal :
1. Pengalaman perusahaan pada masa lalu
2. Penelitian-penelitian terdahulu
3. Metode pencarian model terbaik dengan menggunakan teknik statistik, misal regresi atau diskriminan stepwise.

Sebuah penelitian mengenai kredit konsumen menemukan variabel-variabel berikut yang signifikan untuk prediksi risiko kredit, dengan menggunakan analisis univariate :
1. Status rumah
2. Tabungan di Bank
3. Tujuan kredit
4. Persyaratan kredit (jumlah pembayaran bulanan)

Kemudian analisis stepwise dilakukan dan hasil yang diperoleh adalah persamaan terbaik dengan delapan variabel yaitu :
1. Status rumah (sewa, beli)
2. Tabungan
3. Tujuan kredit
4. Jumlah keluarga yang ditanggung
5. Jumlah pembayaran bulanan
6. Umur peminjam
7. Besarnya kredit
8. Status perkawinan.

BAB 15 ALK

BAB 15
INFORMASI PASAR DALAM ANALISIS KEUANGAN


INFORMASI pasar (dalam hal ini pasar keuangan) adalah informasi yang berasal dari pasar yang bisa digunakan untuk analisis keuangan. Dalam pasar keuangan yang efisien (informasi tersebar cepat), pasar mencerminkan informasi yang relevan. Dengan demikian informasi dari pasar bisa dimanfaatkan oleh seorang analis keuangan. Sebagai contoh apabila prospek ekonomi membaik, harga-harga saham mempunyai kecenderungan untuk naik. Dengan demikian tanpa melakukan analisis prospek ekonomi secara langsung, seorang analis keuangan bisa memperkirakan prospek ekonomi hanya dengan menganalisis harga-harga saham.
Demikian juga dalam analisis risiko. Analisis bisa langsung menganalisis risiko perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan atau analisis aliran kas seperti yang dibicarakan pada bab-bab sebelumnya. Alternatif lain adalah dengan menggunakan informasi dari pasar. Berikut ini ringkasan simbol dan arti rating yang dikeluarkan oleh lembaga rating Moody’s dan Standard & Poor’s.
Moody’s Investors Service, Inc
Aaa Kualitas paling tinggi. Pokok pinjaman terjamin dan pembayaran bunga sangat terjamin kelancarannya.
Aa Kualitas tinggi. Mempunyai risiko jangka panjang yang relatif lebih tinggi dibandingkan Aaa.
A Kualitas baik. Banyak investasi yang baik, tetapi ada indikasi bahwa risiko akan naik dalam jangka panjang.
Baa Kualitas menengah. Jaminan tidak terlalu baik, tetapi juga tidak terlalu jelek. Kurang investasi yang sangat baguis, dan bisa dikatakan agak berbau spekulatif.
Ba Spekulatif. Perlindungan terhadap hutang pokok dan pembayaran bunganya reelatif tidak bagus.
B Karakteristik investasi yang bagus relatif kurang. Perlindungan terhadap pinjaman dan pembayaran bunga dalam jangka panjang relatif kecil.
Caa Kualitas jelek. Barangkali bisa bangkrut. Perlindungan terhadap pinjaman dan pembayaran bunga bisa dipertanyakan.
Ca Sangat spakulatif. Emisi obligasi bisa default (tidak terbayar) dan mempunyai banyak kelemahan atau kekurangan.
C Rating paling rendah. Sangat kecil memperoleh investasi yang baik.
Standard & Poors’s Corp
AAA Kualitas paling tinggi. Pinjaman obligasi dan bunganya terjamin baik.
AA Kualitas tinggi. Mempunyai risiko yang lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan AAA
A Kualitas baik. Masih dipertanyakan apabila terjadi kondisi buruk dalam jangka panjang.
BBB Cukup. Kondisi yang jelek bisa mengancam pokok pinjaman atau bunganya.
BB Dipertanyakan. Menghadapi ketidakpastian yang tinggi atau kondisi yang tidak bagus yang bisa mengancam pokok pinjaman atau pembayaran bunganya.
B Spekulatif. Kondisi buruk memungkinkan akan merusak kemampuan membayar pokok pinjaman atau bunganya.
CCC Risiko tinggi. Telah diidentifikasi sebagai rentan terhadap kebangkrutan (tidak mampu membayar pinjaman atau bunganya).
D Dalam proses kebangkrutan.

Misalkan suatu perusahaan sudah di-rating-kan ke dalam salah satu kategori di atas, seorang analis bisa membuat kesimpulan mengenai tingkat risiko perusahaan tersebut.

RISIKO DAN RETURN
Risiko sering diartikan sebagai suatu kejadian buruk yang menimpa kita. Risiko dari konteks di atas adalah penyimpangan dari hasil yang diharapkan. Semakin tinggi risiko akan semakin tinggi tingkat keuntungan yang diharapkan.

PENGUKURAN RETURN (TINGKAT KEUNTUNGAN)
Return biasanya didefinisikan sebagai perubahan nilai antara periode t+1 dengan periode t ditambah pendapatan-pendapatan lain yang terjadi selama periode t tersebut. Periode yang digunakan tergantung pertimbangan kita. Kadang-kadang kita menggunakan periode bulanan (satu bulan) atau satu minggu. Dalam hal ini return yang terjadi berarti return bulanan atau return mingguan.

PENGUKURAN RISIKO
Konsep penyimpangan dari hasil yang diharapkan menjadi dasar pengukuran risiko. Teknik statistik standar deviasi bisa digunakan untuk melihat sejauh mana penyimpangan dari suatu hasil yang diharapkan. Dengan demikian teknik standar deviasi bisa dipakai untuk melihat risiko suatu investasi.
Teknik statistik yang lain adalah menghitung koefisien variasi (coefficient of variation) yang merupakan hasil permbagian standar deviasi dengan return yang diharapkan. Variabel varians, standar deviasi dan koefisien variasi merupakan indikator resiko investasi. Risiko mempunyai korelasi positif dengan return yang terjadi. Saham mempunyai return yang paling tinggi dengan risiko yang tinggi pula, sedangkan treasury bills mempunyai risiko dan return yang paling rendah.
Seringkali analis mengalami kesulitan untuk menaksir probabilitas suatu kejadian. Untuk mengatasi kesulitan tersebut kita biasanya menggunakan data historis untuk menghitung return yang diharapkan dan standar deviasi return saham-saham tersebut. Penggunaan semacam itu mengasumsikan bahwa kondisi masa mendatang sama dengan kondisi masa lalu, dengan demikian return dan standar deviasi masa lalu bisa dipakai untuk menaksir return dan risiko masa mendatang.

RISIKO DAN RETURN DALAM KONTEKS PORTOFOLIO

Portofolio bisa diartikan sebagai sekumpulan lebih dari satu aset. Misalkan kita mempunyai empat saham, kita bisa mengatakan bahwa kita mempunyai portofolio saham yang terdiri dari empat saham. Perhitungan return untuk portofolio relatif mudah, tetapi tidak demikian halnya dengan perhitungan risiko portofoliao.
Return portofolio merupkan rata-rata tertimbang dari return individual seperti berikut ini:
Rp = w1 R1 + w2 R2 + ... ... + wN RN
di mana :
Rp = Return portofolio
w1, w2, .. wN = bobot untuk masing-masing investasi
R1, R2, .. RN = Return untuk tiap-tiap alternatif investasi

MODEL INDEKS TUNGGAL DAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL
Model indeks tunggal didasarkan pada pemikiran sebagai berikut ini: pada waktu kondisi perekonomian baik, ada kecenderungan harga-harga saham individual akan membaik pula, demikian juga sebaliknya. Dengan demikian daripada mengukur return antarsham, kita bisa mengukur korelasi antarsaham dengan cara tidak langsung, yaitu dengan melihat korelasi antara return saham dengan faktor tertentu yang mempengaruhi semua saham (misal kondisi perekonomian). Model semacam itu bisa ditulis sebagai berikut:
Ri = a + βi CF
di mana :
Ri = Return suatu saham
Βi = kepekaan return saham i terhadap faktor bersama (Common Factor)
CF = Common Factor (Faktor Bersama)
Faktor bersama yang sering digunakan adalah return pasar (Market Return, Rm) sehingga model di atas sering dinamakan sebagai market model, dan ditulis sebagai berikut:
Ri = α + βi Rm + ei
Karena menggunakan variabel tunggal, yaitu Rm, sebagai contoh common factor, model tersebut sering juga disebut sebagai model indeks tunggal.
Pengukuran risiko dalam model indeks tunggal dirumuskan sebagai berikut:
ói2 = βi2 óm2 +óerror2
Dengan model indeks tunggal semacam itu, apabila ingin menghitung varians portofoliao, maka tinggal menghitung (2N + 1) parameter (βi dan ói error untuk saham dan varians pasar).
Pada waktu kita membicarakan diversifikasi, kita melihat bahwa diversifikasi sempurna tidak bisa menghilangkan risiko. Risiko yang bisa dihilangkan tersebut disebut sebagai risiko sistematis. Contoh risiko sistematis itu adalah inflasi yang mempunyai efek pada semua saham, bukan hanya pada satu atau dua saham. Perhatikan juga bahwa diversifikasi bisa menghilangkan sebagian besar risiko (varians), dan diversifikasi saham sangat mudah dilakukan. Karena itu risiko yang relevan adalah risiko sistematis, risiko yang bisa didiversifikasikan tidak pantas dihargai. Dengan dasar pemikiran semacam itu, model CAPM diformulasikan sebagai berikut:
Ri = Rf + βi (Rm – Rf)
di mana :
Rf = Return investari bebas risiko
βi = Beta saham i (indikator risiko sistematis)
Rm = Return pasar
Return pasar bisa dihitung melalui return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Return investasi bebas risiko bisa dilihat dari tingkat bunga deposito bank pemerintah, karena diasumsikan bank pemerintah mempunyai perlindungan implisit, sehingga bank pemerintah tidak mungkin bangkrut.
Persamaan diatas juga bisa dibaca sebagai berikut. Return dari suatu saham terdiri dari return bebas risiko ditambah premium risiko, yaitu βi (Rm–Rf). Kalau kita ingin melakukan investasi pada investasi berisiko, maka tingkat keuntungan yang diisyaratkan harus lebih besar dibandingkan tingkat keuntungan deposito. Premium risiko tergantung dari besar/kecilnya risiko sistematis. Semakin besar risiko sistematis, akan semakin besar tingkat keuntungan yang diisyaratkan.
Beta bisa dihitung dengan formula sebagai berikut:
Βi = Kovarians Ri, Rm / Varians Rm
Kalau kita mempunyai data historis, kita bisa meregres return pasar terhadap return saham seperti dalam model indeks tunggal di muka. Koefisien regresi yang diperoleh merupakan beta saham tersebut.
Beta saham tersebut bisa diinterpretasikan sebagai ukuran kepekaan return saham terhadap return pasar. Apabila beta saham >1, perubahan return pasar sebesar 10% akan mengakibatkan return saham berubah dari 10%. Saham semacam itu disebut sebagai saham agresif, fluktuasi return saham tersebut lebih besar dibandingkan dengan fluktuasi return pasar. Sebaliknya, kalau beta saham <1, perubahan return pasar sebesar 10% akan menyebabkan return saham berubah kurang dari 10%. Saham semacam ini disebut sebagai saham defensif, fluktuasi saham tersebut lebih kecil dibandingkan dengan fluktuasi return pasar.

EFISIENSI PASAR
Apabila kita membicarakan efisiensi pasar, istilah efisiensi di sini mempunyai arti yang sangat spesifik. Biasanya efisiensi sering dikaitkan dengan perbandingan output input, di mana semakin besar perbandingan O/I akan semakin efisien suatu usaha. Efisiensi pasar bermula dari usaha seorang ahli statistik Mauruce Kendall yang berusaha melihat pola pergerakan harga saham dan komoditas.
Informasi baru selalu mengalir ke pasar modal karena ada dua hal:
(1) Analis keuangan yang banyak (dan pintar)
(2) Kompetisi antar para analis
Analis yang banyak dan pintar selalu berusaha mencari informasi yang relevan di pasar modal, yang pada dasarnya selalu berusaha mencari jalan untuk memperoleh keuntungan di pasar modal. Kompetisi antar para analis menjamin kualitas analisis keuangan. Kedua hal tersebut membuat informasi selalu mengalir ke pasar modal.
Ada dua tipe analis yaitu:
1) Analis teknikan (chartist).
Analis teknikal berusaha mencari pola pergerakan harga saham masa lalu. Analis semacam ini sering juga disebut sebagai chartist karena mereka berusaha membuat plot (chart) pergerakan harga saham.
2) Analis fundamental.
Analis fundamental berusaha mencari informasi yang relevan untuk menentukan saham mana yang undervalued (untuk dibeli) serta saham mana yang overvalued (untuk dijual).
Untuk memudahkan analisis, efisiensi pasar modal dibagi menjadi tiga bagian:
(1) Efisiensi bentuk lemah: harga saham mencerminkan informasi masa lampau.
(2) Efisiensi bentuk setengah kuat: harga saham mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan.
(3) Efisiensi bentuk kuat: harga saham mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan dan informasi yang private (tidak dipublikasikan).
Implikasi yang bisa ditarik dari efisiensi pasar modal adalah pelaku pasar tidak mungkin memperoleh return abnormal (excess return) secara konsisten. Pengujian empiris terhadap validitas efisiensi pasar modal dilakukan untuk menguji implikasi efisiensi pasar tersebut. Dengan kata lain pasar dikatakan efisien dalam:
(1) Bentuk lemah apabila strategi investasi dengan menggunakan informasi harga masa lalu seperti analisis teknikal tidak akan menghasilkan keuntungan abnormal secara konsisten,
(2) Bentuk setengah kuat apabila strategi investasi dengan menggunakan informasi yang dipublikasikan seperti analisis fundamental tidak akan menghasilkan keuntungan abnormal secara konsisten,
(3) Bentuk kuat apabila strategi investasi dengan menggunakan informasi yang sifatnya publik dan private tidak akan menghasilkan keuntungan abnormal secara konsisten.

Rabu, 02 Desember 2009

BAB 3

PASAR SEKURITAS YANG EFISIEN

A. PENDAHULUAN
Teori efisiensi memeprediksi bahwa hasil interaksi investor dalam pasar sekuritas menghasilkan beberapa hal penting yang dicerminkan dalam kumpulan pengetahuan dan kemammpuan memproses informasi oleh investor.
Dampak efesiensi pasar sekuritas bagi akuntansi keuangan antara lain :
1. Berakibat secara langsung bagi konsep pengungkapan penuh ( full disclousure )
2. Berdampak bagaimana akuntan seharusnya berpikir mengenai pelaporan atas resiko perusahaan
Sebagai penghasil informasi dari investor , akuntansi dikatakan berhasil jika menghasilkan laporan yang relevan, reliable, tepat waktu, hemat biaya, dan relative terhadap sumber informasi lain.

Teori efisiensi pasar sekuritas jg menggambarkan alasan utama teoritis mengenai keberadaan akuntansi yg dinamakan informasi asimetri, yaitu adanya beberapa pertisipan pasar yang memiliki pengetahuan lebih dari yang lain, dapat menemukan mekanisme yang baik mengenai perolehan informasi dan memiliki kredibilitas mengkomunikasikan informasi kepihak lain serta dapat melindungi diri mereka sendiri terhadap kemungkinan kerugian akan eksploitasi oleh pihak yang memiliki cara mendapatkan informasidengan lebih baik, contohnya oleh insider Trading.
Selanjutnya dapat diambil kesimpulan bahwa akuntansi merupakan mekanisme yang mampu mengkomuniasikan informasi yang relevan dari dalam hingga keluar perusahaan, mampu mendukung kemampuan investor dalam mengambil keputusandan memiliki keuntungan sosial dengan mndukung opersional pasar sekuritas.




B. PASAR SEKURITAS YANG EFISIEN
• Definisi Efesiensi
Efisiensi relatif didefiniskan terhadap persedian informasi yang kemudian dicerminkan dalam naik turunya harga saham yang dipedagangkan dipasar sekuritas sebagai dampak dari adanya penerimaan informasi baru dalam kondisi yang ideal. Kebanyakan informasi didapat dalam keadaan yang tidak ideal. Investor harus mengestimasi secara subyektif mengenai provitabilitas perusahaan, arus kas, maupun deviden. Estimasi tersebut membutuhkan revisi atas datangnya informasi baru. Tiap investor jg dihadapkan pada hubungan antara biaya manfaat dalam memperoleh informasi. Sumber informasi yang relevan antara lain diperoleh dari berita keuangan, perubahan kondisi ekonomi, nasihat dari analisis dan broker yang kemudian dapat secara terus menerus dgunakan dalam revisi estimasi kemungkinan yang telah mereka susun sebanyak informasi yang telah diterima.
Pasar sekuritas yang efisien dalam bentuk semi kuat dalah tempat dimana harga sekuritas yang diperdagangkan dalam pasar sepanjang waktu dapat mencerminkan secara tepat seluruh informasi mengenai sekuritas tersebut yang dipublikasikan. Tiga hal yang penting berkenaan dengan definisi ini adalah :
1. Harga pasar efisien terhadap informasi yang dimengerti dan terpublikasi dan tidak mengarah pada adanya kemungkinan informasi dari dalam atau yang bersifat internal
2. Efisiensi pasar adalah relatif sebuah konsep yang ditunjuk relatif pada tersedianya informaso yang terpublikasi
3. Investasi merupakan permainan yang adil jika pasar dalam keadaan yang efisien artinya investor tidak dapat mengharapkan memperoleh kelebihan return sekuritas, portofolio di atas expected return normal yang tetap di ikuti dengan adanya resiko.

Pasar sekuritas efisien bentuk lemah adalah pasar sekuritas dimana harga – harga sekuritas yang diperdagangkan di pasar tersebut tidak terpengaruh oleh adanya informasi terpublikasi akan tetapi pengaruhnya lebih ditentukan atas harga sekuritas masa lalu. Pasar sekuritas efisien benuk kuat adalah pasar sekuritas dimana harga sekuritas yang diperdagangkan tidak hanya mencerminkan informasi yang terpublikasi pada saat ini akan tetap juga informasi – informasi dari dalam perusahaan yang kemungkinan seharusnya belum saatnya atau tidak boleh dipublikasikan (bersifat rahasia). Dampak dari adanya efisiensi pasar sekurita adalah bahwa harga pasar sekuritas seharusnya menjadi fluktuasi secara random setiap waktu.

• Bagaimana harga pasar secara tepat mencerminkan seluruh informasi yang tersedia
Efisiensi pasar tidak menjamin bahwa harga sekuritas secara akurat dapat mencerminkan nilai perusahaan. Harga dikatakan tidak bias relative dipengaruhi tersedianya informasi yang dipublikasikan dan akun bereaksi secara cepat terhadap informasi yang baru atau telah direvisi.
Kuantitas dan kuaitas informasi yang dipublikasikan yang tersedia dan didukung dengancepat dan penuh pelaporan. Bagaimanapun invetor secara individual kemungkinan memiliki cara yang berbeda dalam mengimplementasikan informasi yang sama. Akan tetapi adanya berbedaan ini masih dapat dikatakan “rata – rata” jadi harga pasar memiliki kualitas superior (diatas rata-rata) terhadap kualitas pemrosesan informasi perdagangan individu di pasar. Pendapat ini mengasumsikan bahw investor atau setidaknya investor mengevaluasi informasi baru secara independen.

C. DAMPAK PASAR SEKURITAS EFISIEN TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN
Menurut Beaver , dampak efesiensi pasar sekuritas terhadap pelaporan keuangan antara lain sebagai berikut :
1. Manajer dan akuntan harusnya tidak memperhatikan mengenai kebijakan akuntansi mana yang digunakan kecuali kebijakan akuntansi yang berbeda yang berpengaruh langsung terhadap arus kas. Kebijakan akuntansi yang dipilih tersebut akan mempengaruhi arus kas masa didepan dan dividen.
2. Efisiensi pasar sekuritas berhubungan langsung dengan pengungkapan penuh. Pasar efisiensi lebih menyukai bentuk pengungkapan yang tidak membutuhkan banyak biaya dalam keadaan normal sama.
3. Efisiensi pasar mengakibatkan perusahaan seharusnya tidak perlu terlalu memperhatikan investor yang naïve, infestor ini dapat mempercayai pasar efisien mengenai harga sekurita sehingga mereka selalu mencerminkan seluruh informasi yang diketahui oleh publik. Informasi laporan keuangan perlu dibuat dengan cara yang sederhana sehingga setiap orang dapat memahaminya.

D. KEINFORMATIFAN HARGA
• Ketidakkonsistennan yang logis
Ketidakkonsistennan yang logis adalah bahwa harga secara penuh mencerminkan informasi yang tersedia, kemudian investor tidak termotivasi untuk memperoleh informasi, sehingga harga akan secara tidak penuh mencerminkan informasi yang tersedia. Hal ini berdamapak potensial terhadap teori akuntani kurangnya keseimbangan akibat ketidakkonsistenan menjadi masalah apakah informasi laporan keuangan masih berguna bagi investor.
Dengan memandang bahwa investor yang rasional dapat lebih memiliki informasi dengan secara hati – hati menganalisis keputusan pengungkapan manajerdengan lebih banyak memerima sumber informasi mengenai permintaan dan penawaran sekuritas dari pada hanya sekedar berpikir, investor yang mendapatkan informasi, akuntan akan mulai mengerti peranan informasi terhadap harga. Keberadaan trades yang tidak rasional tidak perlu diartikan bahwa kensep pasar sekuritas efisien bahwa harga saham secara tepat mencirminkan informasi yang tidak valid, melainkan bahwa konsep ini harus diinteraksi dengan hati – hati.

E. CAPITAL ASSET PRICING MODEL ( CPAM )
Merupakan cara untuk menetukan harga sekuritas dengan melihat hubungan antara harga pasar efisiensi sekurutis, resikonya dan tingkat retrun yang diharapkan dari sebuah sekuritas. Menghitung tingkat return kemudian menghitung resiko yang diharapkan yang didasrkan pada harga yang diharapkan pada akhir periode ditambah dividen yang diharapkan sealam periode dividen pada awal periode harga.
Tiga penggunaan utama CAPM yaitu:
1. Menjelaskan bagaimana harga saham tergantung pada pengharapan investor akan harga saham dan dividen , semakin besar perubahan ekspestasi, semakin besar perubahan harga dalam kondisi yang sama.
2. Dengan melihat ex post return, CAPM menyediakan secara terpisah return saham antara komponen yang diharapkan dengan yang tidak diharapkan.
3. Market modal menyediakan cara mengestimasi beta sebagai pengukur resiko yang penting bagi investor. Market modal disajikan dalam bentuk persamaan regresi.

F. INFORMASI ASIMETRI
Dua jenis informasi asimetri yaitu:
1. Adverse selection yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seorang atau sekelompok orang memperoleh keuntungan atau manfaat lebih dari informasi dibanding yang lain.
2. Moral hazard yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seseorang dapat memperoleh keuntungan dari transakasi yang dilakukan.
Salah satu alasan mengapa informasi asimetri berperan penting dalam teori akuntansi bahwa pasar sekuritas adalah subjek pada permasalahan informasi asimetri.

G. SIGNIFIKANSI SOSIAL KETEPATAN KERJA PASAR SEKURITAS
Dalam ekonomi kapitalis, pasar sekuritas merupakan sarana utama mendapatkan modal dan dialokasikan kepada kebutuhan persaingan investasi. Dampaknya secara sosial diharapkan bahwa pasar ini dapat bekerja secara tepat bahwa harga sekuritas harus dapat menyediakan nilai yang benar untuk dapat memberikan informasi mengenai arus dana investasi.
Keuntungan sosial dari ketepatan kerja pasar sekuritas akan dicapai jika memenuhi dua kondisi yaitu:

1. Seluruh informasi yang relevan dikuasai oleh publik.
2. Harga pasar sekuritas relatif efisien terhadap informasi tersebut.

H. MANAJEMEN DAN ANALISIS
a. Tujuan MD&A
Standar MD&A hanya diterapkan pada perusahaan yang relatif besar dengan ekuitas pemegang saham lebih dari $10 juta dan dengan penerimaan lebih dari $10 juta. Tujuan dari MD&A yaitu meningkatkan pemahaman investor mengenai bisnis issuer dengan menyediakan analisis tambahan dan latar belakang material yang menambah pemahaman issuer yang lebih utuh. Analisis dan pengungkapan tambahan berorientasi pada diskusi manajemen mengenai laporan keuangan saat ini dan prospek masa depan.

b. Pengungkapan yang diminta
Aspek-aspek laporan keuangan dan data statistic lainnya dapat meningkatkan pemahaman pembacaannya mengenai kondisi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain:
1. Pembahasan operasional dan kondisi keuangan saat ini.
2. Pengungkapan informasi mengenai resiko dan ketidakpastian kondisi perusahaan.
3. Informasi mengenai kewajaran dan besarnya instrumen keuangan yang belum dimunculkan dalam laporan keuangan.
4. Mengungkapkan hal-hal yang dapat membantu interpretasi laporan keuangan yang menggambarkan perkiraan likuiditas dan profitabilitas perusahaan di masa depan.
5. Memasukkan jumlah provisi yang membantu perusahaan dalam memenuhi kebijakan laporan.

c. Perusahaan pengungkapan MD&A
Secara umum MD&A konsisten dengan pendekatan manfaat keputusan. MD&A bertujuan membantu pengguna informasi untuk membantu penilaian mereka sendiri daripada menyediakannya secara langsung. MD&A dapat mengembangkan ketepatan kerja pasar sekuritas agar lebih memperluas ketersediaan informasi yang relevan untuk investor.

I. INFORMASI KEUANGAN YANG BERORIENTASI MASA DEPAN (FOFI)
• Standar Peramalan Keuangan
Tujuan FIFO adalah untuk menyediakan informasi yang dapat membantu pengguna eksternal dalam mengevaluasi prospek keuangan perusahaan. Seksi 4250 menampilkan perluasan prinsip pengungkapan penuh yang diaplikasikan pada peramalan dan proyeksi.

Pendekatan Informasi pada Penggunaan Keputusan

1. Pendahuluan
Ada pepatah yang mengatakan bahwa "the proof of pudding is in the eating". Jika teori pasar yang efisien dan teori-teori yang mendasari keputusan menggarisbawahi kalimat tersebut, maka deskripsi tentang realitas wajar pada kisaran rata-rata, kita harus melakukan observasi pada nilai-nilai pasar sekuritas pada jalur yang diprediksi untuk memperoleh informasi baru.

Pendekatan informasi pada kegunaan keputusan adalah pendekatan pelaporan keuangan yang mengakui tanggung jawab individu untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan dan yang berkonsentrasi pada penyediaan informasi yang berguna untuk tujuan ini. Mengasumsikan pendekatan efisiensi pasar sekuritas, dengan menyadari bahwa pasar akan bereaksi terhadap informasi yang berguna dari sumber manapun, termasuk laporan keuangan.

2. Garis Besar Permasalahan Penelitian
a. Beberapa alasan untuk Merespon Pasar
Kita mulai dengan meninjau alasan mengapa kami akan memprediksi bahwa harga pasar saham perusahaan akan merespon terhadap informasi laporan keuangan. Kita akan membatasi informasi laporan keuangan untuk melaporkan pendapatan bersih. Informasi isi dari pendapatan bersih adalah sebuah topik dimana akan menerima penyelidikan empiris luas.

Pertimbangkan hal berikut prediksi tentang perilaku investor, sebagai tanggapan terhadap informasi laporan keuangan:
• Investor memiliki keyakinan sebelumnya tentang kinerja masa depan perusahaan, yaitu, dengan dividen, arus kas, dan / atau penghasilan, yang mempengaruhi pengembalian yang diharapkan dan risiko saham perusahaan.
• Rilis pada tahun berjalan pendapatan bersih, investor tertentu akan memutuskan untuk menjadi memiliki banyak informasi dengan menganalisis jumlah pendapatan. Misalnya, jika pendapatan bersih tinggi atau lebih tinggi dari yang diharapkan, hal ini mungkin menjadi kabar baik. Jika demikian, investor, melalui teorema Bayes, akan merevisi ke atas keyakinan mereka tentang kinerja perusahaan masa depan. Investor lain, yang mungkin memiliki harapan yang terlalu tinggi untuk apa yang saat ini pendapatan bersih seharusnya, mungkin menafsirkan jumlah yang sama dari pendapatan bersih sebagai berita buruk.
• Investor yang telah direvisi keyakinan mereka tentang kinerja perusahaan masa depan ke atas akan cenderung untuk membeli saham perusahaan pada harga pasar saat ini mereka, dan sebaliknya bagi mereka yang telah direvisi keyakinan mereka ke bawah.
• Kita berharap untuk mengamati volume saham yang diperdagangkan untuk meningkatkan ketika perusahaan laporan laba bersihnya. Lebih jauh lagi, buku ini harus lebih besar semakin besar perbedaan dalam keyakinan investor sebelumnya dan dalam interpretasi mereka informasi keuangan saat ini.

Beaver (1968). Dalam studi klasik, meneliti reaksi volume perdagangan. Ia menemukan peningkatan dramatis volume selama minggu rilis pendapatan pengumuman.
b. Mencari Respons Pasar
• Teori pasar yang efisien menyiratkan bahwa pasar akan bereaksi dengan cepat terhadap informasi baru. Sebagai hasilnya, penting untuk mengetahui kapan tahun berjalan melaporkan pendapatan bersih pertama kali menjadi diketahui publik. Jika peneliti mencari volume dan efek harga bahkan beberapa hari terlambat, tidak ada efek dapat diamati meskipun mereka telah ada.
• Baik atau kabar buruk dalam melaporkan pendapatan bersih biasanya dievaluasi relatif terhadap apa yang diharapkan investor. Jika sebuah perusahaan melaporkan pendapatan bersih, katakanlah, $ 2 juta, dan ini adalah apa yang investor yang diharapkan (dari triwulan laporan, pidato oleh pejabat perusahaan, analis prediksi, informasi berwawasan ke depan dalam MD & A dan, memang, pada harga saham itu sendiri), ada pasti sudah direvisi keyakinan mereka berdasarkan informasi sebelumnya.
• Selalu ada banyak peristiwa yang terjadi yang mempengaruhi saham perusahaan volume dan harga. Ini berarti bahwa respon pasar untuk melaporkan pendapatan bersih dapat sulit ditemukan. Untuk contoh, misalnya suatu perusahaan dirilis tahun berjalan pendapatan bersih, yang berisi kabar baik, pada hari yang sama pemerintah federal pertama mengumumkan penurunan substansial surplus. Pengumuman umum seperti itu mungkin akan mempengaruhi harga semua atau sebagian besar surat berharga di pasar, yang pada gilirannya dapat rawa harga dampak dari rilis pendapatan perusahaan. Demikian, adalah diinginkan untuk memisahkan dampak pasar yang luas dan faktor-faktor spesifik perusahaan berbagi kembali.
c. Memisahkan Dampak Pasar Yang Luas Dan Faktor-Faktor Spesifik Perusahaan.

Rjt


Actual return 0,0015
Εjt (abnormal return)
=0,0006
Expected return 0,0009

Slope = βj =0,80
Intercept=αj =0,0001 rmt
0,001
Rmt = Return on market portofolio for period t
Rjt = Return on firm j’s shares for period t

Memberikan ilustrasi grafis model pasar untuk perusahaan i periode t, di mana kita mengambil panjang periode satu hari. Jangka waktu lebih lama, seperti minggu, bulan, atau tahun, dan bahkan lebih singkat, juga digunakan oleh para peneliti.
Angka menunjukkan hubungan antara tingkat pengembalian saham perusahaan j’s dan pengembalian portofolio pasar (proxy, misalnya, dengan Dow Jones Industrial Average indeks atau S & P / TSX Composite indeks).
Perhatikan persamaan dari model pasar:
Rjt = αj + βj rmt + εjt

d. Membandingkan tingkat pengembalian dan pendapatan
Peneliti empiris sekarang dapat membandingkan berbagi abnormal return pada hari ke 0 sebagai dihitung di atas dengan komponen yang tak terduga saat ini perusahaan melaporkan pendapatan bersih.

Untuk meningkatkan kekuatan investigasi, peneliti mungkin ingin juga memeriksa beberapa hari di kedua sisi hari 0. Adalah mungkin, misalnya, bahwa pasar yang efisien bisa belajar dari penghasilan baik atau buruk berita satu atau dua hari lebih awal.

Jika pengaruh positif dan pengaruh negatif pada pengembalian abnormal sekitarnya menbuat penghasilan baik atau buruk terhadap berita yang ditemukan untuk menampung seluruh sampel perusahaan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa prediksi yang didasarkan pada teori keputusan dan teori pasar sekuritas efisien sangat didukung.

Tentu saja, bukanlah metodologi ini sangat mudah - sejumlah asumsi dan estimasi harus dibuat di sepanjang jalan. Satu komplikasi yang lain adalah informasi "perusahaan-spesifik" sering datang sepanjang sekitar waktu dari pengumuman pendapatan perusahaan.

Ada berbagai cara untuk mengatasi komplikasi yang telah dibuat. Misalnya, dapat dibuat untuk mendapatkan "second opinion" pada beta dengan memperkirakan dari informasi laporan keuangan dan bukan dari data pasar. Alternatif, beta dapat diperkirakan dari periode setelah pengumuman pendapatan dan dibandingkan dengan estimasi dari periode sebelum pengumuman.

Masalah-masalah ini diperiksa oleh Brown dan Warner (1980) dalam studi simulasi. Meskipun pemodelan dan masalah pengukuran seperti yang baru disebutkan, Brown dan Warner menyimpulkan bahwa, untuk kembali bulanan jendela, model pasar berbasis prosedur yang dilakukan cukup baik relatif terhadap alternatif di atas. Konsekuensinya, ini adalah prosedur kami akan berkonsentrasi pada.

3. Studi Ball dan Brown
a. Metodologi dan Temuan
Tahun 1968, Ball dan Brown (BB) memulai tradisi empiris penelitian pasar modal dalam akuntansi yang berlanjut hari ini. Mereka adalah yang pertama untuk memberikan bukti ilmiah yang meyakinkan perusahaan kembali berbagi informasi menanggapi isi laporan keuangan.Jenis penelitian ini disebut acara studi, karena mempelajari reaksi pasar sekuritas untuk acara tertentu, dalam hal ini perusahaan rilis pendapatan bersih saat ini. Memberikan tinjauan pada kertas BB berharga karena metodologi dasar, dan adaptasi dan perpanjangan dari itu, masih digunakan. Kertas mereka terus memberikan bimbingan, serta dorongan, untuk mereka yang ingin lebih memahami keputusan kegunaan pelaporan keuangan.
BB Tugas pertama adalah untuk mengukur isi informasi pendapatan, yaitu, apakah laba yang dilaporkan lebih besar daripada apa yang pasar yang diharapkan atau kurang yang diharapkan.Tugas berikutnya adalah untuk mengevaluasi kembali pasar pada saham perusahaan sampel waktu dekat setiap pengumuman pendapatan.
Yang menarik dan aspek penting dari studi BB adalah bahwa mereka mengulangi pasar keamanan mereka kembali normal perhitungan untuk berbagai jendela yang terdiri dari masing-masing dari 11 bulan sebelum dan enam bulan setelah rilis pendapatan bulan (bulan 0). BB abnormal pengembalian rata-rata dihitung untuk setiap bulan 18-bulan ini.

b. Hasil Studi BB
Salah satu hasil paling penting dari BB adalah bahwa ia membuka sejumlah besar isu-isu kegunaan tambahan. Sebuah langkah logis berikutnya adalah untuk menanyakan apakah besarnya pendapatan tak terduga terkait dengan besarnya respons pasar keamanan - ingat bahwa analisis BB hanya didasarkan tanda pendapatan tak terduga.

Pertanyaan tentang besarnya respons diselidiki, misalnya, oleh BEAVER, Clarke, dan Wright (BCW) pada tahun 1979. Mereka memeriksa sampel perusahaan dengan 276 NYSE Desember 31 tahun berakhir, selama 10 tahun periode 1965-1974. Untuk setiap sampel perusahaan, untuk setiap tahun dari periode sampel, mereka memperkirakan perubahan pendapatan tak terduga. Mereka kemudian menggunakan model pasar untuk memperkirakan prosedur keamanan pengembalian abnormal yang terkait dengan perubahan pendapatan tak terduga ini.

4. Koefisien Respon Laba
Ingatlah bahwa pasar efek kembali normal diidentifikasi oleh BB itu rata-rata, yaitu, mereka menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan GN mereka menikmati keuntungan abnormal yang positif, dan negatif untuk perusahaan BN mereka. Tentu saja, rata-rata dapat menyembunyikan variasi luas tentang rata-rata. Dengan demikian, kemungkinan bahwa beberapa perusahaan kembali normal itu jauh di atas rata-rata dan lain-lain baik di bawah ini.

Ini menimbulkan pertanyaan tentang mengapa pasar mungkin akan merespon lebih kuat terhadap baik atau kabar buruk pendapatan untuk beberapa perusahaan daripada untuk orang lain. Jika jawaban atas pertanyaan ini dapat ditemukan, akuntan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang bagaimana informasi akuntansi berguna bagi investor.

Sebuah koefisien respon laba mengukur sejauh mana keamanan yang tidak normal kembali pasar sebagai tanggapan terhadap komponen yang tak terduga melaporkan pendapatan perusahaan yang mengeluarkan keamanan.

5. Alasan untuk Respon Pasar Diferensial
Sejumlah alasan yang dapat dikemukakan disarankan untuk pasar diferensial tanggapan terhadap laba yang dilaporkan. Kita akan meninjau hal ini pada gilirannya :
• BETA, yang lebih berisiko adalah urutan masa depan perusahaan pengembalian yang diharapkan, akan lebih rendah nilainya ke risiko - menolak investor, hal orang lain setara.

• STRUKTUR MODAL. Untuk sangat levered perusahaan, peningkatan, mengatakan, pendapatan (sebelum bunga) menambahkan kekuatan dan keamanan untuk obligasi dan hutang lainnya.Sehingga banyak dari kabar baik pendapatan pergi ke pemegang utang daripada pemegang saham.

• KUALITAS LABA. Kita mendefinisikan kualitas penghasilan dengan besar probabilitas diagonal utama dari sistem informasi terkait. Semakin tinggi probabilitas ini, semakin tinggi kita akan mengharapkan ERC, karena investor akan lebih mampu untuk menyimpulkan kinerja perusahaan di masa depan dari kinerja saat ini.

• PELUANG PERTUMBUHAN. GN atau BN di pendapatan saat ini mungkin menyarankan prospek pertumbuhan di masa depan bagi perusahaan, di maka ERC yang lebih tinggi. Orang mungkin berpikir bahwa karena laporan keuangan mengandung banyak komponen biaya historis, pendapatan bersih benar-benar tidak dapat berkata banyak tentang pertumbuhan masa depan perusahaan. Namun, ini belum tentu demikian. Anggaplah bahwa saat ini pendapatan bersih secara tak terduga mengungkapkan profitabilitas tinggi untuk beberapa perusahaan baru-baru ini proyek-proyek investasi.

• KESAMAAN HARAPAN INVESTOR. Investor yang berbeda akan memiliki harapan yang berbeda dari perusahaan periode berikutnya pendapatan, tergantung pada informasi sebelumnya dan sejauh mana kemampuan mereka untuk mengevaluasi informasi laporan keuangan.

• INFORMASI HARGA. Kami telah mengusulkan pada beberapa kesempatan sebelumnya bahwa harga pasar itu sendiri adalah sebagian informatif tentang nilai masa depan perusahaan. Secara khusus, harga informatif tentang penghasilan. Ingatlah bahwa alasan adalah bahwa harga pasar diketahui publik mengumpulkan semua informasi tentang perusahaan, banyak yang mengakui sistem akuntansi dengan lag.

Selasa, 01 Desember 2009

TA

2.1 Ikhtisar
Kita akan mulai studi kita tentang teori akuntansi keuangan dengan mempertimbangkan nilai model saat ini. Penyedia Model ini yang paling relevan informasi ke para pemakai laporan keuangan. Di dalam konteks ini yang kita gambarkan informasi relevan sebagai informasi tentang masa depan perusahaan prospek ekonomi, adalah, dividen, arus kas, dan profitabilitas. Kita juga akan menyelidiki kondisi-kondisi itu di bawah nilai/harga pasar asset yang mana suatu kewajiban dapat bertindak sebagai ukuran tidak langsung berharga. Ini akan menjadi kasus di bawah kondisi-kondisi ideal (untuk digambarkan kemudian). Jika kondisi-kondisi tidaklah ideal (yang mana adalah pada kasus umumnya), permasalahan pokok diciptakan untuk penilaian asset dan pengukuran pendapatan. Gambar 2.1 garis besar organisasi dari bab ini.
2.2 Model Nilai Saat ini Di bawah Kepastian
Model Nilai saat ini secara luas digunakan ekonomi dan membiayai dan pasti mempunyai dampak pantas dipertimbangkan pada akuntansi dari tahun ke tahun. Pertama Kita mempertimbangkan suatu versi model yang sederhana di bawah kondisi-kondisi kepastian. Dengan "kepastian" kita berarti bahwa arus kas yang masa depan perusahaan dan tingkat bunga di dalam ekonomi di depan umum dikenal dengan kepastian. Kita menandakan ini sebagai kondisi-kondisi ideal.
Kondisi-Kondisi ideal di bawah ketidak-pastian ditandai oleh:
1. Tingkat bunga ditetapkan/ditentukan di mana arus kas masa depan perusahaan adalah discounted
2. Suatu lengkap dan di depan umum yang dikenal satuan negara alami
3. State sasaran kemungkinan dan di depan umum yang dikenal
4. State perwujudan yang tampak di depan umum.

PENDEKATAN MANFAAT DALAM KEPUTUSAN

TERHADAP PELAPORAN AKUNTANSI

A. Pendekatan Kegunaan/Manfaat Keputusan

Permasalahan yang timbul berkenaan dengan konsep akuntansi yang berdasarkan biaya historis adalah bahwa konsep ini tidak relevan dengan penilaian akuntansi dengan harga pasar atau pendekatan nilai sekarang terhadap harga wajar. Untuk memaksimalkan laporan keuangan yang berdasarkan biaya historis terdapat suatu konsep yang disebut konsep pendekatan manfaat.

Teori pendekatan manfaat dalam keputusan ini akan memberikan pandangan bahwa ‘jika kita tidak bisa membuat laporan keuangan yang sempurna secara teoritis, setidaknya kita bisa membuat laporan keuangan berdasarkan biaya historis menjadi lebih bermanfaat.’

B. Teori Keputusan Single-Person

Teori ini berguna bagi seseorang yang harus membuat keputusan dibawah kondisi yang tidak pasti dengan menyeleksi seperangkat alternatif yang ada. Teori keputusan adalah relevan dalam akuntansi karena laporan keuangan memberikan tambahan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

1. Aplikasi Teori Keputusan-Contoh Keputusan Investasi

Seorang investor akan selalu dihadapkan terhadap pilhan penginvestasian dananya ke dalam perusahaan juga pilihan dalam bentuk investasi yang dipilih. Investor yang menyadari bahwa jika memilih investasi dalam bentuk saham akan menemui resiko, yaitu tingkat pengembalian saham yang tidak diketahui karena pengembalian saham ini tergantung dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Jumlah yang diterima dari keputusan tersebut, disebut dengan payoffs atau imbalan.

2. Sistem Informasi

Sistem informasi berguna untuk membantu dalam memprediksi pengembalian yang diterima di masa yang akan datang. Akuntansi berdasarkan biaya historis, laporan keuangannya tidak menunjukkan nilai pengembalian yang akan datang secara langsung. Meskipun laporan keuangan masih akan berguna bagi investor untuk memprediksi good or bad news sebuah laporan keuangan dimasa yang akan datang. Proses keputusan yang dikembangkan oleh investor dalam hal ini adalah menggunakan informasi laporan keuangan secara current (net income) untuk memperkirakan kemampuan earning di masa yang akan datang.

3. Menemukan Informasi

Informasi adalah suatu tanda atau bukti yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi suatu keputusan yang diambil oleh seseorang. Syarat penting suatu tanda atau bukti disebut sebagai informasi adalah setidaknya ada beberapa bukti yang diterima dan dipercayai yang cukup berpengaruh terhadpa pengambilan keputusan yang optimal.

The Relational-Risk Averse Investor

Dalam teori keputusan konsep dari rasional seseorang adalah dalam pembuatan keputusan, situasi yang dipilih adalah situasi yang memberikan keuntungan yang diharapkan paling besar. Hal ini berimplikasi terhadap seseorang untuk mencari informasi yang relevan yang memberikan nilai tambah dalam pembuatan keputusan.

Prinsip dari Diversifikasi Portofolio

Investor yang menantang resiko dapat memberikan keuntungan terhadap prinsip diversifikasi portofolio yaitu dapat mengurangi resiko mereka dengan cara melakukan investasi saham portofolio. Konsekuensi bagi risk averse investor adalah imbalan yang diharapkan yang diterima dari investasi rasionalnya investor menginginkan tingkat resiko yang rendah, atau untuk resiko yang diberikan investor menginginkan tingkat pengembalian yang paling tinggi.

Keputusan Investasi yang Optimal

Jika biaya transaski diabaikan, keputusan investasi yang optimal bagi investor yang menghindari resiko adalah membeli kombinasi portofolio pasar dan asset bebas resiko yang menghasilkan hubungan yang terbaik antara return yang diharapkan dengan resiko. Beberapa investor kemungkinan memilih mengurangi investasi mereka di pasar portofolio dan membeli aset yang bebas resiko secara kontinyu. Beberapa lagi kemungkinan lebih memilih tingkat resiko yang tinggi dengan menambah investasi. Kedua cara diversifikasi portofolio tersebut dapat memberikan keuntungan bagi investor disaat yang sama ketika mereka mendapatkan hubungan yang optimal antara resiko dan return.

Resiko Portofolio

Jika biaya transaksi tidak diabaikan, keputusan investasi optimal bagi investor yang menghindari resiko adalah membeli sekuritas yang relatif lebih sedikit daripada memilih portofolio pasar. Dengan cara ini, keuntungan dari diversifikasi lebih banyak didapatkan dengan biaya yang sesuai. Informasi mengenai return yang diharapkan dari sekuritas dan beta berguna untuk investor yang memilih cara ini. Hal ini memberikan kemampuan bagi mereka untuk mengestimasi return yang diharapkan dan resiko dari variasi portofolio yang mereka pilih. Mereka kemudian dapat memilih portofolio yang memberi mereka hubungan yang terbaik antara resiko dan return yang lebih mereka sukai jika dihubungkan dengan tingkat biaya transaksi yang sanggup mereka bayar.

Reaksi Badan Akuntansi Profesional Terhadap Pendekatan Manfaat Keputusan

SFAC FASB pertama memperlihatkan pentingnya mengetahui teori akuntansi keuangan dan pelaporannya. Lebih jauh lagi, teori ini berorientasi pada SFAC pertama tentang teori mengenai pembuatan keputusan bagi investor.

SFAC 2 mengoperasionalisasi pendekatan kegunaan keputusan dengan mengembangkan karakteristik yang harus dimiliki informasi akuntansi. Pada dasarnya, informasi akuntansi harus menyediakan laporan keuangan saat ini dengan orientasi masa depan. Dua karakteristik terpenting adalah relevansi dan reliabilitas. Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki kapasitas mempengaruhi kepercayaan investor mengenai return masa depan dan hal tersebut harus diselesaikan dengan tepat waktu. Informasi yang reliabel meeperlihatkan dengan sebenarnya maksud pengukuran, hal tersebut harus tepat dan bebas dari bias.

Kesimpulan Kegunaan Keputusan

Mengindikasikan bahwa akuntan membutuhkan pengertian mengenai permasalahan keputusan yang diambil pengguna laporan keuangan. Teori keputusan satu orang dan spesialisasinya terhadap keputusan investasi portofolio menyediakan pengertian mengenai kebutuhan rasional bagi investor yang menghindari resiko. Teori ini mengatakan bahwa investor tersebut membutuhkan informasi untuk membantu mereka menghitung return ekspektasi dan resiko. Resiko kovarians adalah komponen utama dari diversifikasi portofolio yang beresiko, meskipun jika portofolio terdiri hanya dari beberapa sekuritas.

Laporan keuangan yang berbasis biaya historis merupakan sumber efektivitas biaya investasi bagi investor. Laporan tersebut menyediakan sistem informasi yang membantu investor memprediksi profitabilitas atau arus kas perusahaan masa depan, yang pada gilirannya memprediksi return masa depan.